(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan kekhawatiran anggota Kongres Amerika Serikat akan sikap Daratan Tiongkok yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan di saat terjadinya kekacauan di negara Haiti, untuk dapat memutus jalinan hubungan dengan pihak Taiwan, oleh sebab itu menyurati Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk dapat segera mengambil sikap. Pejabat Kemenl pada hari Jumat tanggal 23 Juli waktu setempat membalas surat dengan menyebutkan bahwa pihak pemerintah Amerika sangat mengerti akan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok, dimana berupaya untuk merendahkan kedudukan Taiwan dalam posisi dunia internasional, untuk itu pihaknya juga akan mengajak negara-negara yang memiliki kesepahaman asas dan idealisme yang serupa dapat menjalin hubungan dengan Taiwan, serta menyuarakan dukungannya kepada Taiwan secara terbuka.
Presiden Haiti, Jovenel Moïse, dibunuh dan meninggal pada hari Rabu tanggal 7 Juli lalu, sementara ibu negara Martine Moïse mengalami luka berat dan kondisi politik dalam negeri Haiti kini dalam keadaan kacau.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Scott Perry, Tom Tiffany mengkhawatirkan sikap dan tindakan Daratan Tiongkok yang mencoba mempengaruhi hubungan bilateral antara Haiti dan Taiwan, memperluas jaringan pengaruh di kawasan Amerika Latin dan Perairan Laut Karibia. Untuk itu pada hari Rabu tanggal 14 Juli, secara khusus menyurati Menteri Luar Negeri Antony Blinken, mengimbau agar dirinya dapat mendesak pihak Haiti dan negara atau kawasan lainnya dapat menangkal sikap Daratan Tiongkok dan bisa tetap menjalin serta mempertahankan hubungan bilateral dengan pihak Taiwan.
Wakil Asisten Sekretaris Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Naz Durakoğlu, pada hari Jumat tanggal 23 Juli waktu setempat juga telah mengeluarkan surat balasan. Merujuk kepada data arsip foto kopi yang diperoleh Central News Agency atau CNA, dalam suratnya Naz Durakoğlu menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sangat mengerti maksud dan keinginan pihak Daratan Tiongkok yang hendak memberikan tekanan kepada Taiwan dalam ruang gerak dunia internasional, menurunkan derajat posisi Taiwan dalam dunia, untuk itu pihak Amerika Serikat akan terus menyatakan dukungannya kepada Taiwan secara terbuka.
Tidak hanya demikian, Naz Durakoğlu juga menjelaskan bahwa pihak Amerika Serikat juga akan terus menjalin kerjasama dengan Taiwan, khususnya dalam menyuarakan kontribusi besar Taiwan bagi dunia internasional, di waktu yang bersamaan juga akan terus mengajak negara-negara yang memiliki kesepahaman asas dan idealisme yang serupa agar dapat terus menjalin hubungan kerjasama dengan Taiwan, mengungkapkan dukungan kepada Taiwan secara terbuka.
Terkait kondisi dalam negeri di Haiti yang tengah kacau, Naz Durakoğlu menyebutkan jika Kementerian Luar Negeri juga sangat memperhatikan perkembangan yang ada di Haiti, instansi eksekutif terkait juga akan terus memberikan dukungan kepada penduduk Haiti dalam menghadapi masa-masa krisis seperti saat ini. Naz Durakoğlu mengambil contoh misalnya pemerintah Haiti pada hari Minggu tanggal 11 Juli waktu setempat juga telah mengajukan permohonan bantuan dalam hal keamanan dan investigasi terkait kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moïse, dan pihak Amerika juga segera mengutus tim investigasi khusus yang merupakan gabungan lintas instansi yang ada ke ibukota Haiti, Port-au-Prince, dan melakukan pelacakan serta penilaian kondisi keamanan yang ada.
Presiden Amerika Joe Biden pada hari Jumat tanggal 23 Juli mengumumkan jika Duta Besar Amerika untuk PBB, Linda Thomas Greenfield juga memimpin tim yang beranggotakan 5 orang utusan khusus presiden untuk melayat sekaligus menyampaikan duka cita untuk kepergian Presiden Haiti Jovenel Moïse.