History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

10 Pengusaha Taiwan di Indonesia Terinfeksi dan Meninggal, Berharap Pemerintah Segera Membantu Evakuasi

  • 22 July, 2021
  • 鄭蕙玲
10 Pengusaha Taiwan di Indonesia Terinfeksi dan Meninggal, Berharap Pemerintah Segera Membantu Evakuasi
kondisi epidemi COVID-19 semakin memburuk

(Taiwan, ROC) Kondisi epidemi di Indonesia semakin serius, telah diketahui ada 10 pengusaha Taiwan atau staf pelaksana Taiwan terinfeksi dan meninggal dunia, hingga saat ini terakumulasi ada ratusan yang terinfeksi. Dikarenakan maskapai China Airlines, Eva Airways untuk penerbangan ke Indonesia ditangguhkan, sementara maskapai Batik Air juga dibatalkan secara mendadak, sehingga pengusaha Taiwan mengharapkan agar pemerintah Taiwan bisa membantu dan melakukan negosiasi agar pengusaha Taiwan bisa kembali dengan selamat.

Pusat Komando Epidemi Sentral(CECC) mencantumkan Indonesia sebagai “Negara Risiko Tinggi Utama”, bagi penumpang yang berasal dari Indonesia wajib diperiksa dengan ketat. Dengan alasan penyesuaian rute penerbangan maka sejak bulan Juni menghentikan rute penerbangan Jakarta, maskapai Eva Airways membatalkan penerbangan sebelum 6 Agustus, begitu pula China Airlines menangguhkan penerbangan hingga tanggal 15 Agustus. Seiring dengan situasi epidemi di Indonesia semakin memanas, Indonesia Taiwan Chambers of Commerce dan Taiwan-Indonesia Tourism Development Exchange Association(titdea) memberikan bantuan agar warga bisa pulang ke Taiwan, pekan lalu telah mencarter pesawat Batik Air semula dijadwalkan terbang pada tanggal 28 Juli, namun pada tanggal 20 Juli pihak Batik Air membatalkan penerbangan ini dengan alasan penjadwalan rute penerbangan.

Semula sekitar 120 orang mendaftar akan naik pesawat carteran, lebih dari 80 penumpang sudah membayar, diantaranya 21 orang berasal dari kawasan rentan epidemi di Jawa. Ketua Asosiasi Pengusaha Taiwan di Surabaya Tsai Teng-feng(蔡登豐) kemarin (21/7) mengatakan, ada sebagian orang berkebutuhan darurat berharap dapat segera kembali ke Taiwan, mengharapkan pemerintah bias turun tangan memberikan bantuan. Tsai Teng-feng mengatakan, kondisi rumah sakit di Jawa Timur sudah collapse, tidak ada rumah sakit yang bisa menerima pasien, ada sebagian pengusaha Taiwan yang memiliki penyakit kronis, ingin kembali ke Taiwan untuk mendapatkan obat. Semula pesawat Batik Air akan terbang ke Taiwan membawa 180 pekerja migran, akan tetapi pesawat carteran ini sudah dibatalkan.

Berdasarkan perolehan data yang ada, tanggal 6 Juli hingga hari ini ada 6 pengusaha Taiwan yang terinfeksi dan meninggal dunia, akumulasi kasus terinfeksi ada 85 warga Taiwan. Jika ditambah dengan kasus sebelum tanggal 6 Juli, data yang diketahui ada 10 pengusaha Taiwan yang terinfeksi dan meninggal dunia, angka terpapar mencatat ratusan orang. Dari 6 pengusaha Taiwan yang meninggal , 4 diantaranya tinggal di Jawa Tengah dan 2 orang di Jakarta.

Ketua Indonesia Taiwan Chambers of Commerce Wang An-cuo(王安左) mengatakan, pesawat carteran kali ini yang akan membawa pengusaha Taiwan, sebagian karena pemesanan perusahaan yang menurun maka memutuskan untuk kembali ke Taiwan, ada juga yang masa berlaku visa akan jatuh tempo, ada juga yang ingin agar anak dan orang tua mereka pulang ke Taiwan demi keselamatan, jika harus transit maka kemungkinan ada risiko, semua orang berharap dapat pulang dengan selamat. Kemenlu menyampaikan, sedang bernegosiasi dengan maskapai penerbangan lainnya, membantu mencarter pesawat membawa warga kembali ke Taiwan.

Komentar

Terbarumore