(Taiwan, ROC) Angka terinfeksi COVID-19 per hari di Indonesia lebih dari 40000 kasus, dalam 8 hari terakhir ini bertambah 300.000 kasus positif terinfeksi, angka kematian perhari mencatat rekor tertinggi dunia, ditambah lagi dengan sumber daya medis yang kurang memadai, pasien tidak mendapat perawatan maksimal, pemerintah meluncurkan konsultasi dokter online dan paket obat secara gratis untuk keluarga ekonomi lemah.
Gelombang epidemi COVID-19 di Indonesia memanas sejak pertengahan bulan Mei saat idul fitri, kini merebak ke berbagai pelosok di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) menyampaikan, pada periode 28 Juni hingga 4 Juli, ada 17 propinsi di Indonesia dengan skala peningkatan kasus terinfeksi mencapai 50% dibandingkan dengan satu pekan sebelumnya, diantaranya ada 11 propinsi dengan skala peningkatan mencapai 1-3 kali lipat.
Pihak Indonesia mendata, angka harian terinfeksi 6 Juli perdana menembus 30000 kasus, setelah itu angka kasus penularan semakin meningkat, 13 Juli mencatat 47800 kasus. Dalam 8 hari terakhir angka penularan mencatat lebih dari 300.000 kasus terinfeksi, dengan jumlah pasien positif yang terakumulasi sebanyak 407.000 sedang menjalani perawatan atau isolasi, pasien yang dicurigai positif berkisar 180.000 kasus. Lebih dari 3/4 propinsi menerapkan pemeriksaan skrining, kondisi ini lebih rendah daripada yang distandarkan oleh WHO, banyak pakar beranggapan adanya pandangan underestimed terhadap pandemi COVID-19.
Sumber daya medis Indonesia belum memadai, kesedian perawatan medis di Indonesia hanya mendapat perawatan dari 0,4 dokter dan 1,2 ranjang pasien per orang. Perkembangan epidemi yang dilaporkan platform informasi Lapor COVID-19 menyampaikan, ada 1.244 tenaga medis meninggal akibat terinfeksi, mencakup 458 dokter, 393 perawat. Pihak pemerintah mengakui, pihak medis kekurangan 3000 tenaga dokter dan 16000 hingga 20000 tenaga perawat.
Jumlah pasien positif terinfeksi semakin bertambah, banyak rumah sakit mengeluhkan kewalahan dan tidak bisa menerima pasien untuk dirawat karena keterbatasan sumber. Rumah sakit Dr. Sardjito General di Yogyakarta menyampaikan, kekurangan peralatan oksigen mengakibat 33 pasien meninggal dunia. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (12/7) menyampaikan, pasokan oksigen di rumah sakit hampir habis, mengimbau pemerintah memperlaju tindak lanjut hal ini.
Belakangan ini angka kematian harian ada 2 hari yang mencatat lebih dari ribuan orang, berdasarkan pendataan Worldometer, angka kematian harian akibat COVID-19 di Indonesia mencatat tertinggi di dunia. Pemerintah Indonesia belum mendata pasien yang tidak mendapat perawatan di rumah sakit dan meninggal di rumah. Menurut Lapor COVID-19 bahwa, sejak Juni hingga saat ini ada 49 orang.
Pada pertengahan bulan Januari Indonesia mulai memberikan vaksin Sinovac, sementara penggunaan vaksin ini mencapai 90%, pertengahan bulan Maret mendapat vaksin AstraZeneca dari Inggris, Sinopharm dari RRT dan sedang diberikan kepada warga. Selain itu, AS juga menyediakan 4,5 juta dosis vaksin Moderna tetap belum mulai diberikan kepada warga.
Menurut informasi pencegahan epidemi Indonesia, 5,8% warga Indonesia telah menerima vaksin suntikan ke-2, 14% menerima suntikan vaksin pertama. Kementerian Kesehatan sementara ini berkoordinasi dengan 11 instansi medis menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan online untuk warga yang bergejala ringan atau isolasi di rumah secara gratis, mulai pekan mendatang akan membagikan paket obat untuk keluarga ekonomi lemah agar mereka mendapat pengobatan yang layak.