(Taiwan, ROC) --- Proses pembelian vaksin oleh perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), Foxcon dan Yayasan Yonglin akhirnya terjawab sudah. Saat ini tersiar kabar jika otoritas Shanghai Fosun berniat untuk meminta informasi medis tentang administrasi vaksinasi BNT di Taiwan, yang mana akan disesuaikan dengan prosedur yang diterapkan di Hong Kong dan Makau sebelumnya.
Menanggapi kabar di atas, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) pada tanggal 13 Juli 2021 menyampaikan, pemerintah akan menekankan bahwa proyek pengadaan vaksin kali ini akan bertumpu pada prinsip legal, aman dan efektif. Otoritas berwenang di Taiwan telah berhasil melakukannya dan ini semua berkat kerja keras seluruh rakyat.
TSMC, Foxconn dan Yayasan Yonglin membeli 10 juta dosis vaksin BNT yang nantinya akan disumbangkan kepada pemerintah Taiwan. PM Su menyampaikan, sebagian dari vaksin-vaksin tersebut akan tiba di Taiwan sebelum akhir tahun ini.
Namun, dalam proses penandatanganan pengadaan vaksin dikabarkan mendapat halangan dari pemerintah Taiwan. Partai oposisi pun mengkritik pemerintah yang kerap kali memainkan prinsip ideologi dalam pengadaan vaksin BNT kali ini.
Menanggapi hal tersebut, PM Su menyampaikan, otoritas Taiwan telah menggunakan ragam cara dan kerja sama guna mengatasi kesulitan yang ada. Tim Yuan Eksekutif bersama dengan CECC bekerja siang dan malam guna menyukseskan pengadaan vaksin ini.
Beliau menambahkan, vaksin ini akan segera tiba di Taiwan dan telah memenuhi prinsip yang didorong pemerintah, yakni harus diproduksi, dilabeli dan dikirim langsung dari pabrik asalnya. Ini adalah prestasi yang sangat positif. PM Su berharap semua warga mendukung pemerintah agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Su Tseng-chang mengatakan, “Seperti yang dikatakan oleh Ketua TSMC, ia berharap Taiwan akan berubah menjadi lebih kuat lagi. Sama halnya dengan diutarakan oleh pendiri Foxconn, persatuan adalah penawar semua kesulitan. Musuh yang kita hadapi saat ini adalah virus, oleh karena itu semua orang harus bekerja sama. Kita berharap semua orang dapat mendukung pemerintah, agar hasilnya dapat semakin dirasakan oleh semua orang.”
Tersiar kabar jika pihak Shanghai Fosun berharap agar Taiwan memberikan informasi medis terkait administrasi vaksinasi BNT, seperti yang diterpakan di Hong Kong dan Makau. Namun, permintaan Shanghai Fosun tersebut mendapat penolakan dari TSMC dan Foxconn.
Menanggapi kabar tersebut, PM Su menyampaikan, pemerintah Taiwan akan mengupayakan pengadaan vaksin di dalam negeri dengan bertumpu pada 3 prinsip, yakni legal, aman dan efektif. Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan pengadaan vaksin kali ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak.