(Taiwan, ROC) --- Menyusul berakhirnya masa berlaku izin tinggal bagi 7 staf di Kantor Perwakilan Hong Kong, Kantor Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menyampaikan, Ketua Perwakilan ROC untuk Makau, Chen Jia-hong (陳佳鴻) juga telah kembali ke Taiwan pada tanggal 27 Juni 2021 kemarin. Kepulangannya ke Taiwan dikarenakan izin tinggal Chen Jia-hong tidak diperpanjang, setelah ia menolak menandatangani “Surat Pernyataan Satu Tiongkok”.
Kini hanya tersisa 4 staf personil yang masih bertahan di Kantor Perwakilan ROC untuk Makau. Keempat staf tersebut akan tetap memberikan pelayanan kepada warga Taiwan yang berdomisili di Makau. MAC menambahkan pihaknya akan secara aktif menyiapkan perencanaan yang relevan, guna menghadapi situasi yang berkembang di Makau.
Masa izin tinggal dari keempat staf personil di atas diketahui berlaku hingga bulan Oktober tahun 2022 mendatang. Seluruh keperluan administrasi masih ditangani oleh staf personil yang dikirim Taiwan. Dan tidak menutup kemungkinan jika pada masa mendatang, mereka akan menerapkan metode yang sama dengan Kantor Perwakilan ROC di Hong Kong, yakni dengan mengalihkan seluruh pelayanan kepada karyawan setempat.
MAC menambahkan, Kantor Perwakilan ROC di Makau didatangi oleh warga yang pro-RRT dan melakukan aksi protes. Hal ini memperlihatkan, jika keberadaan Kantor Perwakilan ROC di sana tidak mendapat dukungan, baik dari pemerintah maupun warga setempat
Sebelumnya, tujuh staf personil di Kantor Perwakilan ROC untuk Hong Kong diminta untuk menandatangani “Surat Pernyataan Satu Tiongkok”, dengan alih-alih untuk memperoleh perpanjangan izin visa tinggal. Namun, permintaan tersebut ditolak, sehingga membuat mereka memutuskan untuk kembali Taiwan.
Saat ini, Kantor Perwakilan ROC untuk Hong Kong hanya dihuni oleh pejabat Ni Bo-chia (倪伯嘉), dengan masa berlaku visa hingga akhir bulan Juli mendatang.
Di lain pihak, otoritas Hong Kong - Makau merilis pengumuman pada bulan Mei dan Juni yang menyatakan untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional Kantor Perwakilan mereka di Taiwan.