(Taiwan, ROC) -- Harian Hongkong, Apple Daily tanggal 23 sore mengumumkan bahwa media ini telah berakhir, masih ada cetakan koran terakhir yang dikeluarkan pada tanggal 24 Juni. Dewan Urusan Daratan Tiongkok pada malam harinya menyatakan sangat menyayangkannya serta mendeskripsikan bahwa hal ini sebagai tanda lonceng kematian bagi kebebasan berpendapat, pers dan publikasi Hongkong.
Setelah pengeledahan gedung Apple Daily Hongkong oleh pihak Kepolisian Hongkong, penangkapan 2 pejabat tinggi dan 3 editor Next Media Group beberapa hari lalu, diikuti dengan pemblokiran dana perusahaan bersangkutan oleh pemerintah Hongkong. Apple Daily pada sore hari kemarin (23/6) mengumumkan bahwa tengah malam hari bersangkutan menghentikan operasinya dan tanggal 24 menjadi hari terakhir bagi cetakan harian sedangkan untuk situs resmi juga tidak akan diperbarui lagi terhitung tengah malam 23 Juni.
Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menanggapi hal ini dengan pernyataan tertulis pada malam hari yang sama bahwa ini menandakan bergemanya lonceng peringatan kematian bagi kebebasan berpendapat, pers dan publikasi di Hongkong, bersamaan dengan itu juga menunjukkan kepada masyarakat internasional otoriter dari Komunis Tiongkok dengan tindakan penindasan terhadap pihak yang dianggap membangkang.
MAC juga menyampaikan penyesalannya dan mengencam “Hukum Keamanan Nasional Hongkong” yang membuat media Hongkong tidak dapat beroperasi serta serangkaian tindakan menindas dari pihak berwenang.
MAC beranggapan, pencarian kebebasan demokrasi dan nilai-nilai universal lainnya oleh manusia tidak akan berakhir oleh karena sejarah, tetapi sejarah akan selalu mengores catatan buruk dari penguasa yang menindas kebebasan.
Parpol DPP pada hari Kamis ini(24/6) memberikan pernyataan kecaman keras kepada RRT dan pemerintah Hongkong yang menahan aktivis pejuang demokrasi dan mematahkan kebebasan berpendapat di Hongkong. DPP menegaskan, bertepatan dengan 1 Juli hari peringatan penyerahan Hongkong kembali ke RRT ke-24 tahun, dengan mengorbankan kebebasan warga Hongkong, maka mengingatkan kepada warga Taiwan, jangan percaya dengan janji RRT, warga Taiwan wajib membela kedaulatan dan demokrasi Taiwan, bertekad menolak “Prinsip Satu Tiongkok, Satu Negara Dua Sistem”.
Parpol New Power Party(NPP) menyampaikan, pihaknya mengecam keras terhadap RRT dan pemerintah Hongkong yang menutup media Apple daily dengan paksa, juga mengimbau agar parpol berkuasa dan oposisi turut memperhatikan situasi sulit yang dialami warga Hongkong serta memberikan lebih banyak bantuan untuk warga Hongkong