History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pembahasan TIFA Taiwan-AS Diaktifkan, Johnny Chiang Minta Publikasi Agenda Rapat

  • 24 June, 2021
  • 鄭蕙玲
Pembahasan TIFA Taiwan-AS Diaktifkan, Johnny Chiang Minta Publikasi Agenda Rapat
Ketua parpol Kuomintang(KMT) Johnny Chiang

(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan dialog pembahasan kerjasama perdagangan dan investasi bilateral (TIFA) Taiwan-AS, Ketua parpol Kuomintang(KMT) Johnny Chiang (江啟臣) pada hari Kamis ini (24/6) mengatakan, parpol KMT akan meminta kepada Yuan Eksekutif untuk mempublikasikan penetapan agenda dan isi pembahasan, dapat diamati oleh semua kalangan masyarakat, terkait permasalahan peserta dengar rapat untuk TIFA Taiwan-AS masih dalam negosiasi dengan pihak AS.

Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai Chi pada tanggal 10 Juni sempat bertemu dengan John Deng Chen-chung(鄧振中) selaku kantor negosiasi ekonomi dan perdagangan, Yuan Eksekutif dalam konferensi virtual dan menyampaikan di masa mendatang akan mengaktifkan kembali pembahasan TIFA.

Dalam wawancara dengan media radio pagi ini, Johnny Chiang menyampaikan sangat optimis dengan diaktifkan kembali pembahasan TIFA, lagipula pembahasan TIFA berkaitan dengan topik permasalahan yang riil, melibatkan kepentingan perdagangan Taiwan yang riil, sehubungan dengan hal ini maka apapun komitmen dari pemerintah maka wajib menerima masukan opini publik dan pengawasan dari parlemen.

Johnny Chiang juga menambahkan, pihaknya akan meminta kepada Yuan Legislatif untuk mempublikasikan penetapan agenda dan isi pembahasan yang diperiksa oleh semua kalangan masyarakat, termasuk peserta dengar rapat juga akan dinegosiasikan dengan pihak AS.

Berkaitan dengan pernyataan “mengemis vaksin”, Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Jepang, Frank Hsieh kemarin (23/6) mengatakan, ini bukan pandangan dari banyak orang, pihak Jepang dan AS berniat baik menyumbang vaksin untuk Taiwan, jika ada penafsiran yang tidak tepat maka bagi pemberi sumbangan akan merasa frustrasi, dalam hal ini pasti juga akan dinilai oleh negara dan mempertimbangkan akan berlanjut menyediakan vaksin atau tidak. Berkaitan dengan hal ini, Johnny Chiang merespons setiap negara mengirimkan vaksin untuk Taiwan dengan alasan yang sederhana, karena di masa lalu masyarakat Taiwan mengulurkan bantuan untuk internasional, berharap agar pihak DPP jangan menganggap sumbangan vaksin dari negara lain adalah berkat prestasi kerja dari pemerintah.

Johnny Chiang menegaskan, mendapat sumbangan vaksin dari negara lain karena internasional mendengar jeritan masyarakat Taiwan yang membutuhkan vaksin, saat bersamaan juga menunjukkan ketidakmampuan pemerintah, dan kegagalan kebijakan vaksin yang menyebabkan celah pencegahan epidemi, semestinya Frank Hsieh segera meminta pemerintah dalam waktu singkat mengupayakan lebih banyak vaksin yang diakui internasional.

Komentar

Terbarumore