(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 7 Juni 2021, sebuah kabar beredar di dunia maya, yang menyampaikan bahwa Taiwan sebelumnya pernah memberitahukan pihak Jepang, jika vaksin produksi dalam negeri akan dirilis pada bulan Juli mendatang. Kabar tersebut juga menerangkan, karena alasan itulah Taiwan hanya membutuhkan sedikit vaksin yang akan dipergunakan dalam kondisi darurat saat ini. Dan tidak heran jika Jepang hanya menyumbangkan 1,24 juta dosis vaksin.
Menanggapi pemberitaan yang beredar tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan jika narasi itu jelas tidak benar. MOFA menilai unggahan tersebut hanya akan melukai ketulusan warga Jepang dan menjadi alat manipulasi politik dari kepentingan tertentu.
Pada Senin malam (7/6) MOFA menyatakan, postingan yang beredar di internet yang menuliskan “Pemerintah Taiwan memberitahukan kepada otoritas Jepang, produksi vaksin dalam negeri akan dirilis pada bulan Juli, sehingga hanya dibutuhkan sedikit dosis vaksin yang akan dipergunakan dalam kondisi darurat seperti saat ini. Inilah sebabnya mengapa Jepang hanya menyumbang 1,24 juta dosis vaksin AZ. Satu-satunya cara Taiwan untuk keluar dari polemik ini adalah Kuomintang, yakni melindungi Taiwan dan tidak akan menentang RRT”.
MOFA kembali menerangkan dialog yang pernah disampaikan oleh Menlu Motegi Toshimitsu sebelumnya. Menlu Jepang meyakini situasi yang saat ini dihadap Taiwan akan selesai pada bulan Juli mendatang apalagi dengan kemajuan vaksin Taiwan yang juga akan diproduksi pada waktu yang sama. Ia juga tidak menampik akan keadaan darurat yang saat ini dihadapi oleh Taiwan.
Menlu Motegi Toshimitsu tidak pernah menyampaikan jika Taiwan hanya meminta bantuan dosis vaksin sebanyak 1,24 juta dosis, apalagi menyangkutpautkan dengan produksi vaksin Taiwan. MOFA menambahkan, unggahan yang menyebar di dunia maya saat ini sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
MOFA menyampaikan, pemberian vaksin sebanyak 1,24 juta dosis oleh pihak Jepang kepada Taiwan dikarenakan pasokan vaksin global yang kini tengah tidak stabil. Semuanya diberikan kepada Taiwan secara gratis.
Narasi tidak benar yang beredar di internet sangat tidak pantas. Ketulusan otoritas Jepang dalam membantu Taiwan tidak sepatutnya menjadi alat manipulasi politik dari kepentingan tertentu.
MOFA menekankan, saat ini pasokan vaksin dari pabrik-pabrik utama dunia masih sangat terbatas. Pihaknya akan terus mengupayakan untuk memperoleh pasokan vaksin dari negara-negara produsen utama, sembari tetap menjaga jaminan kapasitas vaksin dunia.