(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan Taiwan yang dinilai sebagai panutan dalam pengendalian pandemi baru-baru ini media internasional gencar memberitakan pandemi memanas yang tengah dihadapi Taiwan. Hari Kamis ini (27/5) dalam headline yahoo Jepang mengutip Reuters dan Mainichi Shinbun yang melaporkan bahwa Presiden Taiwan, Ysai Ing-wen kemarin (25/5) menggelar rapat pertemuan rutin partai Demokrat Progresif secara virtual, mengecam RRT yang menghadang pengadaan vaksin dari perusahaan farmasi Jerman BioNtech.
Isi pemberitaan tersebut menyampaikan, Taiwan telah memesan jutaan dosis vaksin AZ dari Inggris dan Moderna dari AS, akan tetapi saat ini vaksin yang baru diperoleh berkisar 700.000 dosis vaksin, dan vaksinasi hanya mencapai 1%.
Dalam rapat pertemuan rutin Presiden Tsai Ing-wen juga menyampaikan, kontrak kerjasama untuk pengadaan AZ dan Moderna berjalan dengan lancar, untuk Vaksin BNT dari Jerman, kami bersama perusahaan Jerman hampir saja melakukan penandatanganan tetapi dikarenakan campur tangan dari RRT, maka hingga saat ini masih belum melakukan penandatanganan kerjasama.”
Berkaitan penyampaian dari Presiden Tsai Ing-wen, pihak BioNTech tidak memberikan komentar hanya memberikan respons, “Kami mendukung dan menyediakan vaksin untuk dunia”.
Apakah RRT menghadang Taiwan untuk pengadaan vaksin?
Berkaitan dengan perusahaan Fuson Shanghai yang selaku agen vaksin BioNTech, dikarenakan vaksin yang akan kedaluarsa, sejak pekan lalu masih terus membagikan vaksin ini kepada Taiwan, maka menimbulkan kontradiksi antara pemerintah pusat dan pemda.
Menanggapi vaksin BioNtech dari pihak RRT yang akan diberikan kepada Taiwan, Yahoo Jepang mengutip pandangan dari pejabat Kemenlu RRT bahwa, Taiwan mendapat vaksin dari agen perwakilan Shanghai tanpa ada kendala apapun.