(Taiwan, ROC) --- Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) resmi dibuka pada tanggal 24 Mei 2021. Lima negara di dunia diberitakan memberikan dukungan mereka terhadap partisipasi Taiwan dalam WHA. Kelima negara tersebut termasuk eSwatini, Nauru dan Paraguay. Selama rapat pertemuan tertutup dilakukan, negara sahabat yang memiliki prinsip serupa juga memberikan dukungannya terhadap Taiwan.
Sidang WHA ke 74 resmi berlangsung melalui media virtual pada tanggal 24 Juni 2021. Sidang ini akan digelar hingga tanggal 1 Juni 2021 mendatang. Pada hari pertama pertemuan daring tersebut, diberitakan ada 3 negara yang memberikan dukungannya terhadap Taiwan, masing-masing adalah eSwatini, Nauru dan Paraguay.
Dua negara lainnya juga diberitakan memberikan suaranya atas Taiwan, dalam rapat pertemuan WHA tertutup lainnya.
13 negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, sebelumnya juga telah mengajukan proposal kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), guna meminta agar Taiwan diundang ke dalam Sidang WHA dengan status pengamat. Sidang Umum WHA juga menggelar 2 rapat debat tertutup yang dihadiri segenap anggota (pleno)
Dalam salah satu rapat pleno, perwakilan dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) mengulangi prinsip “Satu Tiongkok” dan akan menerapkan langkah yang sesuai, guna menyelesaikan permasalahan Taiwan. Namun, komentar RRT tersebut mendapat penolakan dari negara sahabat,
Menteri Kesehatan Nauru, Isabella Dageago menyebutkan, dalam Resolusi Majelis Umum PBB No. 2758 dan Resolusi WHA No. 25,1 tertera bahwa tidak akan mencampuri permasalahan Taiwan. Yang mana sudah seharusnya tidak menghalang-halangi kontribusi Taiwan dalam Sidang WHA.
Di samping itu, Menteri Kesehatan eSwatini, Lizzie Nkosi menyampaikan, sebelumnya Beijing pernah mengutarakan jika mereka telah menyesuaikan segala ketentuan dan mempersilakan Taiwan untuk hadir dalam pertemuan teknis WHO. Namun sayangnya, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Taiwan diberitakan telah berupaya sebanyak 199 kali mendaftar untuk mengikuti rapat teknis WHO, semenjak tahun 2019 hingga 2020. Karena intervensi dari otoritas Negeri Tirai Bambu, Taiwan hanya diizinkan hadir dalam 64 pertemuan teknis WHO.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Paraguay – Julio Borba menyampaikan dukungannya terhadap partisipasi Taiwan dalam Sidang WHA. Ia juga menyerukan kepada WHO, agar mereka mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi dan inklusivitas, guna menjamin manfaat yang dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dunia.
Selanjutnya, suara-suara dukungan serupa juga lantang didengungkan oleh negara sahabat lainnya, yang memiliki prinsip dan gagasan serupa dengan Taiwan.