(Taiwan, ROC) Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di AS, Hsiao Bii-khim (蕭美琴) menyampaikan, tidak ada satupun negara yang mampu melawan pandemi COVID19 sendiri, bencana kemanusiaan yang parah memerlukan kerjasama internasional, demi melindungi kesehatan masyarakat dunia, keamanan masyarakat bersama dan revitalisasi perekonomian. Ia mengimbau agar mengikutsertakan Taiwan dalam sidang WHA bersama melawan pandemi.
Hsiao Bii-khim kemarin dalam majalah The National Interest menulis artikel dan menyampaikan, pandemi COVID19 telah satu tahun berjalan, seluruh dunia menghadapi ancaman pandemi. Taiwan telah berkontribusi melawan pandemi, tetapi hingga saat ini belum mendapat undangan sidang WHA 24 Mei mendatang.
Hsiao merinci negara yang turut mendukung partisipasi Taiwan mencakup pertemuan Menlu negara anggota G7, kongres parlemen Prancis, Menlu AS Antony Blinken juga menyuarakan dukungan kepada Taiwan, seluruh dunia ada lebih dari 300 anggota parlemen dalam media sosial menyuarakan dukungan terhadap “Taiwan Can Help”.
Hsiao Bii-khim mengatakan, pandemi berkecamuk, Taiwan dan pejabat kesehatan publik dunia, pakar secara aktif melakukan pertukaran informasi terkait dengan pencegahan pandemi. Melalui rapat pembahasan Kerangka Kerjasama Pelatihan Global(GCTF), APEC, rapat mengenai kesehatan dan ekonomi dalam pertemuan tingkat tinggi mempromosikan kerjasama internasional. Selama masa pandemi Taiwan memberikan bantuan besar untuk lebih dari 80 negara dan kawasan, menyumbangkan lebih dari 54 juta helai masker, perlengkapan medis dan alat pelindung diri.
Ia mengatakan, ketika dunia sedang berkomitmen memulihkan ekonomi dan gejolak sosial yang diakibatkan pandemi, semestinya membiarkan Taiwan ikut serta. Taiwan adalah mitra kerjasama penting dalam bidang teknologi dan rantai industri global, Taiwan dapat memanfaatkan daya saing dalam industri, mempromosikan kerjasama pencegahan pandemi, program kesehatan dan perawatan digital. Hsiao mengatakan, pandemi tidak membedakan negara, geopolitik, kelas atau golongan masyarakat. Saat ini Taiwan tengah menghadapi peningkatan kasus terinfeksi tetapi dalam mekanisme kesehatan publik, tidak akan pernah mengabaikan siapapun.
Hsiao mengatakan, Taiwan bersedia dan bersikeras bekerjasama dengan negara mitra, berkomitmen untuk berpartisipasi dalam WHO dan organisasi internasional lainnya, “izinkan Taiwan berpartisipasi agar manfaat ini tersebar untuk banyak orang.”