History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Menlu G7 Dukung Taiwan, Kemenlu: Negara Sahabat Protes Ancaman RRT

  • 06 May, 2021
  • 鄭蕙玲
Pertemuan Menlu G7 Dukung Taiwan, Kemenlu: Negara Sahabat Protes Ancaman RRT
Jubir Kemenlu Joanne Ou

(Taiwan, ROC) Pertemuan menteri luar negeri dari kelompok negara industri G7 yang berlangsung kemarin (5/5) merilis laporan kritikan terhadap RRT dan Rusia, mementingkan perdamaian dan stabilitas selat Taiwan, mendorong dialog musyarawah untuk penyelesaian lintas selat dan mendukung niat Taiwan untuk bergabung dalam forum Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) maupun Majelis Kesehatan Dunia(WHA). Kemenlu pada hari Kamis ini (6/5) mengemukakan, Taiwan dalam melawan pandemi COVID-19, terus memainkan peran kunci dalam stabilitas dan kemakmuran regional, saling berbagi nilai kebebasan, demokrasi, HAM dan supremasi hukum dengan negara anggota G7, Taiwan sangat optimis menyambut dukungan dari G7 atas partisipasi Taiwan dalam WHO, maka Taiwan akan berlanjut memperdalam kerjasama dengan negara anggota G7 dan bersama menjaga kesehatan dan kesejahteraan dunia serta kemakmuran dan perdamaian kawasan Indo Pasifik.          

Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Ini perdana dalam pertemuan menlu G7 berkumpul dan menyuarakan, tertulis dalam laporan yang menunjuk pengakuan atas prestasi Taiwan dalam melawan pandemi COVID-19, mendukung partisipasi Taiwan dalam WHO, terutama dalam WHA yang akan digelar pada bulan ini, pertemuan menlu G7 menyuarakan dukungan terhadap Taiwan sangat berarti; di sisi perdamaian hubungan lintas selat Taiwan, ini juga melanjutukan aliansi pernyataan dari pemimpin AS, Jepang tentang perhatian terhadap pentingnya stabilitas dan perdamaian selat Taiwan, kesimpulan pertemuan menlu G7 menunjukkan, baru-baru ini tindakan kapal dan pesawat tempur RRT dan berbagai ancaman militer dari RRT terhadap Taiwan telah mendapat sorotan perhatian dari komunitas internasional dan negara-negara yang memiliki pandangan serupa.”

Pertemuan menlu G7 berlangsung di Inggris pada tanggal 3-5 Mei 2021, menangani isu permasalahan yang dinilai sebagai ancaman terbesar yakni RRT, Rusia dan situasi pandemi COVID-19. Pernyataan terbuka dengan laporan sebanyak 12.400 kata berisikan kritikan terhadap RRT dan Rusia, mengkritik penindasan oleh RRT dan niat buruk dari Kremlin Moskwa.

Dalam isi laporan, Rusia berniat mengancam dan merusak demokrasi Ukraina, sementara RRT menindas HAM dan memanfaatkan kekuatan ekonomi untuk menindas negara lain. G7 mengatakan, akan menghimpun kekuatan untuk mencegat ancaman kebijakan ekonomi RRT, dan melawan informasi dari Rusia yang tidak benar. Pertemuan G7 mengatakan, menghadapi RRT dengan kebijakan ekonomi yang memonopoli dan mengancam, pihaknya akan berkomitmen mengupayakan ketahanan ekonomi global.

Selain itu, G7 juga menambahkan memperhatikan pentingnya stabilitas dan perdamaian selat Taiwan, mendukung dialog pembahasan antar selat secara damai, melawan segala tindakan sepihak yang berkemungkinan meningkatkan situasi tegang maupun merusak stabilitas regional. G7 mengemukakan, mendukung niat Taiwan bergabung dalam forum WHO dan partisipasi dalam WHA.

Berkaitan dengan Rusia, G7 juga memberikan dukungan untuk Ukraina, G7 sangat peduli dan menentang keras tindakan pemerintah Rusia yang tidak bertanggung jawab dan merusak stabilitas perdamaian, mencakup merampas dan menguasai kawasan secara ilegal dengan menempatkan pasukan militer besar di perbatasan Ukraina dan Crimea, berniat jahat mengacaukan sistem demokrasi negara lain, menjalankan aktivitas internet dengan tujuan jahat dan menyebarkan informasi palsu.

Sementara berkaitan dengan isu pandemi COVID-19, G7 menyampaikan akan bekerja sama dengan kalangan industri untuk meningkatkan produksi vaksin.

Komentar

Terbarumore