History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ko Wen-je Menyerukan Kerja Sama Antar Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Menangani Kasus COVID-19

  • 27 April, 2021
  • 尤繼富
Ko Wen-je Menyerukan Kerja Sama Antar Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Menangani Kasus COVID-19
Ko Wen-je Menyerukan Kerja Sama Antar Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Menangani Kasus COVID-19

(Taiwan, ROC) --- Walikota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲) mengunggah postingan di akun Facebooknya menuliskan, jika saat ini Kota Taipei tidak memiliki informasi terkait vaksin apa-pun. Hal ini layaknya Anda tengah berada di medan pertempuran, tetapi penglihatan ditutup, demikian lanjut Ko Wen-je.

Saat ditemui hari ini (27/4), Walikota Ko menyampaikan, bahwa mencapai vaksinasi taraf nasional tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi Taiwan belum merilis program yang jelas terkait penyuntikan vaksin.

Beliau menekankan, sebuah peperangan tidak dapat dimenangkan hanya dengan mengandalkan pertahanan. Taiwan saat ini hanya bergantung pada prosedur penanggulangan pandemi untuk mencegah virus menyebar luas. Jika masa pandemi ini terus berlanjut, maka dicemaskan dapat berimbas buruk bagi Taiwan.

Dalam postingan di akun Facebooknya, Walikota Ko Wen-je menyampaikan, saat ini Kota Taipei tidak memiliki informasi jelas terkait proses vaksinasi. Hal ini bagaikan berada di tengah medan pertempuran dengan kondisi penglihatan yang tertutup.

Saat ditanya oleh wartawan pada hari ini (27/4), Walikota Ko Wen-je lebih lanjut mengutarakan, jumlah infeksi harian di dunia terus mengalami peningkatan dan situasi penyebaran wabah masih tergolong parah. Vaksin adalah salah satu langkah terampuh menghalau COVID-19. Namun demikian, pemerintah pusat tidak memiliki protokol vaksinasi yang jelas dan gamblang.

Setiap vaksin memiliki masa dan kondisi penyimpanan yang berbeda-beda, belum lagi dengan kapasitas vaksin yang saat ini tersedia di dalam negeri belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan warga Taiwan.

Walikota Ko melanjutkan, cakupan vaksin flu musiman berkisar 25%, sedangkan vaksin COVID-19 harus mencapai tahap 70% dari total populasi. Untuk mencapai angka di atas tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Walikota Ko Wen-je mengatakan, “Sekitar 1 miliar orang dari 7 miliar warga dunia yang telah divaksin. Dan Taiwan hingga hari ini belum memiliki perencanaan vaksinasi skala nasional. Yang ingin saya sampaikan adalah, tidak ada peperangan yang dapat dimenangkan, hanya dengan mengandalkan strategi pertahanan. Jika pandemi ini terus berkelanjutan, maka dicemaskan dapat menjadi celah bagi pertahanan epidemi kita.”

Di samping itu, perhatian warga Taiwan kini terpusat pada 3 kasus COVID-19 yang sempat mendatangi Masjid Agung Taipei. Apalagi di kala itu, ketiga orang di atas sempat hadir dalam sebuah kegiatan yang digelar pihak Masjid, yang juga diikuti 400 warga lainnya.

Dari 400 warga tersebut, 65 di antaranya merupakan pengajar dan siswa di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Pada tanggal 26 April 2021, Wakil Walikota Taipei, Vivian Huang (黃珊珊) menyampaikan, pihaknya baru mengetahui berita tersebut setelah dikontak oleh pihak media. Otoritas Kota Taipei bahkan tidak menerima informasi apa pun dari pemerintah pusat.

Vivian Huang berharap agar pemerintah pusat dapat lebih kooperatif dalam memberikan informasi kepada otoritas di daerah.

Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya telah meminta 65 orang di atas untuk menjalankan prosedur pemantauan kesehatan secara mandiri. Chen Shih-chung berharap agar Vivian Huang tidak terlalu kecewa dengan keputusan CECC.

Vivian Huang menegaskan, otoritas Kota Taipei terus berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan informasi selengkap-lengkapnya. Pemerintah Kota Taipei sudah seharusnya mengikuti perkembangan dari warga mereka yang tengah menjalankan prosedur pemantauan kesehatan secara mandiri.

Ketika ditanya perihal kegiatan Idul Fitri yang jatuh pada pertengahan bulan Mei mendatang, Vivian Huang menyampaikan, pihaknya berharap agar seluruh warga Kota Taipei dapat menjalankan mereka dengan senormal-normalnya.

Hingga berita ini diluncurkan, belum ada keputusan untuk membatalkan kegiatan tersebut. Namun demikian, pihaknya akan menyesuaikan dengan perkembangan COVID-19 di dalam negeri. Jika situasi epidemi bertambah parah, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya membatalkan kegiatan akbar Idul Fitri di Kota Taipei.

Komentar

Terbarumore