(Taiwan, ROC) - Taiwan telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan tim investigasi Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency, disingkat IAEA) yang baru saja dibentuk beberapa saat lalu untuk menyelidiki rencana Jepang membuang limbah nuklir ke laut dalam kurun waktu dua tahun.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Tien Chung-kwang (田中光) ketika menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada hari Senin, 26 April.
Tien mengatakan, “Kami meminta agar bisa bergabung dengan tim IAEA, juga berharap Jepang bisa mengundang kami menjadi anggotanya. Pada saat pembuangan dilaksanakan, kalau berada dalam sistem IAEA, kami akan bisa dengan teliti memantau prosesnya.”
Perihal kontroversi yang ditimbulkan pernyataan atas isu yang sama dari representatif Taiwan untuk Jepang Frank Hsieh (謝長廷), Tien menerangkan, Hsieh sama sekali tidak pernah menerima penjelasan dari Jepang, juga tidak pernah mengajukan pernyataan mendukung Jepang.
Ditanya apakah Hsieh bisa turut menghadiri sidang interpelasi 29 April untuk membahas perkembangan hubungan Taiwan-Jepang, Tien berpendapat, asalkan pencegahan pandemi tidak bermasalah, Hsieh sangat bersedia kembali dari Jepang untuk hadir.