(Taiwan, ROC) -- Rapat pembentukan “Kongres Koneksi Taiwan – Uighur” digelar di Yuan Legislatif pada tanggal 23 April, sudah ada 30 orang legislator yang turut pada saat ini. Legislator Freddy Lim menyampaikan, penindasan demokrasi Hongkong, Tibet, dan Uighur oleh Daratan Tiongkok beberapa tahun belakang ini semakin meningkat, Taiwan yang berada di garis pertama di kawasan Indo Pasifik tidak dapat berdiam diri melihat hal ini, Kongres Koneksi Taiwan – Uighur akan terus berhubungan dengan Kongres dari negara-negara lain yang mendukung hak asasi manusia Uighur, berupaya keras melindungai nilai universal demokrasi dan hak asasi manusia.
Slogan “HAM Taiwan, Kebebasan Uighur” yang diserukan sebagai tanda resmi berdirinya Kongres Koneksi Taiwan – Uighur. Legislator Freddy Lim mengemukakan, perkembangan masalah internal kapas Xinjiang yang timbul belakangan ini membuat masalah Uighur menjadi salah satu masalah penting, sehingga harus mengkoneksikan lebih banyak orang dalam membantu dan mempromosikan tugas terkait, untuk itu Yuan Legislatif mendirikan Kongres Koneksi Taiwan – Uighur sebagai pernyataan dukungan Taiwan bagi HAM Uighur dan berdiri bersama dengan rakyat yang mengalami penindasan.
Ketua Kongres Uighur Sedunia, Dolkun Isa melalui video call menyampaikan bahwa ia sempat berkunjung ke Taiwan pada tahun 2006, tetapi sejak Daratan Tiongkok melakukan penindasan tahun 2009, ia sudah tidak melakukan kunjungan, berharap dapat memiliki kesempatan berkunjung ke Taiwan lagi di masa mendatang. Dolkun Isa mengemukakan, Uighur tengah menghadapi genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras), untuk itu tidak boleh lagi berdiam diri saja.
Freddy Lim membeberkan, koneksi kongres negara-negara yang mendukung Tibet, kemudian juga berkoneksi memberikan dukungan bagi Hongkong, sekarang semua juga berkoneksi mendukung Uighur. Hal ini menunjukkan semakin banyaknya masyarakat sosial dunia yang mendukung bangsa yang mendapat tekanan, tetapi di sisi lain ini juga menunjukkan semakin menjadi-jadinya kediktaktoran dari pemerintah Daratan Tiongkok. Untuk itu perlu dibangun koneksi-koneksi yang disesuaikan dengan situasi dari negara-negara yang ditindas.