(Taiwan, ROC) Sahabat akrab Presiden AS Joe Biden, Chris Dodd berkunjung ke Taiwan, pemerintah Beijing mengumumkan akan mengimplementasikan latihan militer di Laut Tiongkok Selatan. Sehubungan dengan hal ini, Menhan Chiu Kuo-cheng(邱國正) pada hari Kamis ini (15/4) menyampaikan ada tidaknya tindakan provokasi yang dilakukan pemerintah RRT, akan terus dipantau Taiwan, hal ini memengaruhi secara psikologis, tetapi kemiliteran Taiwan mampu mengawasi setiap situasi perkembangan, berharap warga Taiwan terusik oleh kegaduhan ini serta tetap yakin dengan kemampuan militer Taiwan.
Dalam rangka memperingati terbentuknya “hukum hubungan Taiwan” yang telah memasuki tahun ke-42, Presiden AS Joe Biden mengutus sahabat akrabnya sekaligus mantan senator Chris Dodd memimpin delegasi berkunjung ke Taiwan, tetapi juga ada tindakan provokatif dari pemerintah Beijing yakin Badan Keamanan Maritim RRT mengumumkan tanggal 15-20 April akan melaksanakan latihan militer riil di laut Tiongkok Selatan dan Kepulauan Nanpeng.
Dalam laporan yang disampaikan Menhan Chiu Kuo-cheng dalam rapat komite diplomasi Yuan Legislatif mengenai “Peningkatan Sistem Pelatihan Militer”, ia yakin dari Tentara Pembebasan Rakyat mengumumkan larangan navigasi untuk suatu lokasi, jika ada tindakan maka pihaknya akan memonitor, ada tidaknya provokasi juga akan dipantau oleh kemiliteran Taiwan serta mengimbau agar warga tidak perlu kuatir. Menhan Chiu Kuo-cheng mengatakan, “secara psikologis akan terpengaruh, tetapi jangan merasa terusik karena kegaduhan ini, semua warga seharusnya yakin terhadap kemampuan militer.”
Selain itu, Kantor Urusan Taiwan menunjuk bahwa Taiwan kekurangan air karena pemerintah Demokrat Progresif (DPP) terlalu mengeluarkan banyak dana untuk alutsista, tidak memperhatikan prasarana persediaan air. Dalam hal ini Chiu Kuo-cheng menanggapi, ini adalah dua hal yang berbeda, kekurangan air dikarenakan letak geografis Taiwan dan jarang hujan, bukan dikarenakan alokasi dana untuk pengadaan alutsista. Chiu Kuo-cheng mengatakan, pandangan RRT terhadap persiapan tempur Taiwan dengan kondisi kekurangan air di Taiwan tidak ada kaitannya, dalam hal ini Menhan Chiu Kuo-cheng tidak memberikan komentar.
Hari kamis ini Jubir Kemenlu Joanne mengemukakan, Taiwan adalah negara berdaulat dan dapat menjalin hubungan dengan negara manapun, RRT memiliki hak bicara, hanya ada pemerintah yang dipilih oleh rakyat, presiden dipilih rakyat dapat mewakili rakyatnya saat bicara di dunia internasional.
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Yang dimaksud oleh Daratan Tiongkok bahwa Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, ini adalah hal yang konyol, pada dasarnya ini adalah menipu diri sendiri dan tidak masuk akal, kami punya struktur negara yang sempurna, kami bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, tidak ada satu haripun Taiwan dikuasai oleh Republik Rakyat Tiongkok.”
Joanne Ou mengatakan, menggunakan kekuatan militer untuk mengancam warga Taiwan menerima Satu Negara Dua Sistem, malah akan menimbulkan rasa tidak suka terhadap Daratan Tiongkok.