(Taiwan, ROC) -- Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika, Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pada tanggal 8 April mengemukakan, pemerintahan Biden sangat menitikberatkan perdamaian dan kestabilan pada kawasan Indo-Pasifik. Amerika Serikat (AS) sangat mementingkan serta mendukung keamanan Taiwan, dan saat ini tidak ada tanda-tanda jika normalisasi penjualan alutsista tidak akan berlanjut.
Hsiao Bi-khim (蕭美琴) kepada media bahasa mandarin menuturkan, hubungan luar negeri pemerintahan Biden, terutama pada kebijakan kawasan Indo-Pasifik semakin terlihat jelas. Dalam proses komunikasi dengan pihak AS, dapat dirasakan bahwa tim pemerintahan Biden sangat menitikberatkan perdamaian dan kestabilan pada kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, terkait rumor jika Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-Jepang yang diadakan di Washington pada minggu depan, akan memasukkan perihal pentingnya keamanan di selat Taiwan, Hsiao Bi-khim (蕭美琴) mengatakan, ini merupakan kelanjutan dari kepentingan yang melekat di selat Taiwan oleh Komite Perjanjian Keamanan AS-Jepang (Dialog 2+2), ini juga mencerminkan keprihatinan pihak AS dan Jepang saat ini, mengenai kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan.
Terkait pentingnya pencantuman selat Taiwan dalam Deklarasi Bersama AS-Jepang, apakah memenuhi kepentingan Taiwan? Hsiao Bi-khim (蕭美琴) menjelaskan, Taiwan selalu memercayai jika perdamaian dan stabilitas regional sangat penting untuk kelangsungan hidup. Di satu sisi, Taiwan harus memperkuat kemampuan tempur dan pertahanan diri, di sisi lain Taiwan juga harus berjuang untuk mendapatkan kepedulian dan dukungan internasional yang berkelanjutan untuk keamanan Taiwan.
Hsiao Bi-khim (蕭美琴) juga menambahkan, kerja sama serta interaksi militer dan keamanan AS-Taiwan masih terus berlangsung, dan tidak terpengaruh ataupun terkena dampak karena transisi pemerintahan AS. AS sangat mementingkan serta mendukung keamanan Taiwan, yang tercermin dalam berbagai penjualan alutsista di masa depan.
Mengenai normalisasi penjualan senjata, beliau juga tidak melihat ada tanda-tanda kebijakan tersebut tidak berlangsung. Semua tanda-tanda saat ini menunjukan, jika normalisasi penjualan alutsista akan terus berlanjut sesuai dengan kebutuhan dan tujuan militer Taiwan.