History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NSB: Sikap RRT Memicu Konflik, Membebani Stabilitas Nasional Taiwan

  • 01 April, 2021
  • 鄭蕙玲
NSB: Sikap RRT Memicu Konflik, Membebani Stabilitas Nasional Taiwan
Dirjen NSB Chen Ming-tong

(Taiwan, ROC) Dirjen Dewan Keamanan Nasional(NSB) Chen Ming-tong pada hari Kamis ini (1/4) saat memberikan laporan di Yuan Legislatif, oleh karena tekanan mengenai isu kedaulatan pengaruh RRT terus meningkat, ditambah lagi tahun ini merupakan peringatan Partai Komunis Tiongkok ke-100 tahun, tahun depan akan menggelar kongres nasional partai komunis ke-20, maka berkemungkinan risiko terjadi konflik antara RRT dan dunia luar semakin tinggi, juga kemungkinan akan membebani stabilitas nasional Taiwan. Direktorat Jenderal Keamanan Laut juga menyampaikan, RRT juga tidak menutup kemungkinan mengutus patrol kapal maupun kapal militer untuk menekan Taiwan, yang dapat memicu gesekan kecil atau kejadian konflik, maka Taiwan sendiri wajib lebih waspada.

Dirjen NSB Chen Ming-tong dalam laporan menyampaikan, AS-RRT memasuki tahap persaingan baru, menambah perubahan situasi regional, kedua negara memiliki tekanan internal yang tidak dapat ditarik kembali, hubungan diplomatik semakin memanas, AS-RRT masuk ke tahap perselisihan baru, yang memengaruhi situasi global dan regional. NSB juga mengevaluasi hubungan AS-RRT dengan isu Taiwan, pihak RRT bersikap tegas isu Hongkong, Xinjiang menjadi urusan dalam negeri, hal ini meningkatkan konflik RRT dengan dunia luar semakin riskan.

Chen Ming-tong mengatakan, “ Semakin meningkat tekanan dari dunia luar berkaitan dengan isu kedaulatan yang mendapat pengaruh dari Daratan Tiongkok, ditambah lagi pada tahun ini adalah peringatan partai Komunis Tiongkok ke-100 tahun, tahun depan akan menggelar kongres nasional partai Komunis Tiongkok ke-20, Xi Jin-ping menunjukkan kemampuannya untuk menangani isu kedaulatan secara internal, ini akan memicu risiko konflik antara isu kedaulatan pengaruh dari Daratan Tiongkok dan dunia luar, maka dikuatirkan akan menambah beban bagi stabilitas nasional kita.”
Selain itu, Chen Ming-tong mengatakan, selama ini militer RRT terus invasi ke territorial udara kawasan barat daya Taiwan, bermaksud menekan pertahanan nasional Taiwan, menguras sumber pertahanan serta menguasai selat Bashi yang strategis, hal ini semakin memberi tekanan terhadap persiapan tempur militer Taiwan, juga mengancam stabilitas nasional.

Semua pihak meningkatkan kekuatannya menjaga ketahanan territorial laut, terutama militer RRT menambah kapal perusak yang kerap kali mengusir kapal nelayan Jepang, juga berkemungkinan meningkatkan konflik perairan pulau Diaoyu; Selain itu, AS dan negara besar Eropa aktif meningkatkan memperkuat tata letak strategis mereka di Laut Tiongkok Selatan, membuat negara-negara di sekitar ini merasa tidak puas dengan tindakan RRT yang memperkuat tindakan militer, berkemungkinan terjadi konflik juga memengaruhi keamanan laut sekitar dan stabilitas nasional.

Ditjen Keamanan Laut memberikan laporan, beberapa tahun terakhir ini RRT terus memperkuat urusan militer dan serangan jarak jauh, maka hal ini menjadi ancaman bagi Taiwan, tidak menutup kemungkinan memberikan penindasan terhadap Taiwan dan pulau sekitarnya baik melalui kapal nelayan, patrol laut dan kapal militer, atau kejadian perselisihan kecil maupun konflik, maka dari itu pihak Taiwan wajib memantau situasi perkembangan. Ditjen Keamanan Laut juga akan memperkuat kesiagaan agar mampu menanggap kondisi darurat, dengan radar, kapal patroli dan pengintai untuk memantau situasi perairan sekitarnya dan dinamika kapal RRT.

Komentar

Terbarumore