(Taiwan, ROC) Presiden Republik Palau Surangel Whipps Jr. tiba di Taiwan untuk meluncurkan "travel bubble" atau "gelembung perjalanan" Taiwan-Palau, yang akan memungkinkan warga untuk melakukan perjalanan antara kedua negara dengan lebih sedikit pembatasan masuk yang saat ini diberlakukan karena pandemi Covid-19.
Presiden Whipps, didampingi oleh Duta Besar AS untuk Palau, John Hennessey-Niland beserta isteri, dan sejumlah pejabat tinggi Palau, terutama dari sektor kesehatan dan pariwisata, disambut oleh Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) pada saat tiba di Bandara Internasional Taoyuan pada hari Minggu sore.
Kunjungan kenegaraan lima hari ini menjadikan Whipps kepala negara asing pertama yang berkunjung ke Taiwan sejak pandemi Covid-19 berawal pada akhir 2019, dan juga merupakan perjalanan luar negeri Whipps yang pertama sejak resmi dilantik sebagai Presiden Palau pada bulan Januari lalu.
"Saudara dan saudari di Taiwan, salam dari surga murni Palau," kata Whipps kepada media di bandara, sambil melukiskan "gelembung perjalanan" yang disebut sebagai "koridor steril" di Palau ini sebagai perwujudan "dua negara bebas Covid, aman Covid" pertama di dunia.
"Ini benar-benar hanya memungkinkan karena pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan pemerintah Anda, Presiden Tsai, dan Kementerian Kesehatan Anda selama setahun terakhir dalam mengendalikan dan menahan, dan benar-benar menjaga agar masyarakat Taiwan aman Covid," katanya.
“Jadi kami nantikan kedatangan banyak pengunjung dari Taiwan ke Palau. Untuk sekarang, ini akan menjadi sebuah hubungan eksklusif,” pungkasnya.
Menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA), Whipps dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan menghadiri jamuan makan yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dan Menlu Joseph Wu selama kunjungannya di Taiwan.
Ia juga dijadwalkan mengadakan konferensi pers di Taipei pada hari Senin, berpartisipasi dalam acara promosi pariwisata yang diselenggarakan oleh Otoritas Pengunjung Palau, dan melakukan perjalanan ke Taiwan selatan untuk mengunjungi perusahaan akuakultur dan perusahaan pembuatan kapal.
Di hari terakhir kunjungannya, Whipps akan kembali ke Palau melalui penerbangan perdana di bawah program "travel bubble" yang diumumkan secara bersamaan oleh kedua negara pada 17 Maret. Penerbangan tersebut juga akan membawa kelompok pertama turis Taiwan yang akan berwisata ke Palau dalam "gelembung perjalanan".
Program "gelembung perjalanan" akan menawarkan prosedur karantina yang lebih efisien untuk kedua belah pihak, di mana karantina rumah wajib selama 14 hari bagi wisatawan akan dicabut, tetapi mereka masih perlu menjalani pengendalian kesehatan mandiri versi lebih "ketat" selama lima hari pertama setelah kedatangan mereka.
Sementara itu, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan mengatakan Whipps dan delegasinya tidak akan diuji pada saat kedatangan karena mereka semua menunjukkan tes Covid-19 negatif yang diambil dalam tiga hari sebelum naik pesawat, dan mereka hanya akan dites lagi sebelum keberangkatan pada 1 April.
Menurut juru bicara CECC Chuang Jen-hsiang (莊人祥), selama tinggal di Taiwan, anggota delegasi Palau telah diminta untuk menaati protokol pencegahan Covid-19; aktivitas mereka akan dibatasi dan elevator serta toilet yang mereka gunakan harus terpisah dari yang digunakan oleh umum; anggota delegasi juga perlu mencatat tempat-tempat yang mereka kunjungi, dan mengenakan masker serta menjaga jarak sosial setiap saat.
Palau, salah satu dari 15 sekutu diplomatik Taiwan, mencatat nol kasus positif Covid-19 sejak berawalnya pandemi. Taiwan, sementara itu, hingga hari Senin mencatat 1.023 kasus positif, 907 darinya diklasifikasikan sebagai kasus impor; dan angka kematian mencapai 10 orang.