(Taiwan, ROC) --- Dua pesawat tempur F-5E milik Kementerian Pertahanan Nasional (MND) diduga bertabrakan dan jatuh di perairan kawasan Pingtung pada Senin kemarin (22/3). Akibat peristiwa tersebut, satu orang dipastikan meninggal dan satu lainnya masih dalam kondisi hilang.
Saat ditemui hari ini (23/3) Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan rasa penghormatan tertingginya kepada pilot yang tewas dalam peristiwa kemarin. Ia juga berjanji akan mencari tahu penyebab alasan mengapa pesawat yang dikemudikan mereka bertabrakan.
Di samping itu, seluruh anggota legislator dan petinggi negara yang hadir dalam rapat di Yuan Legislatif hari ini, mengheningkan cipta selama 1 menit, guna mengenang jasa yang disumbangsihkan oleh perwira MND.
Dua pesawat tempur F-5E milik MND jatuh ke perairan Pingtung pada tanggal 22 Maret 2021 kemarin. Letnan Lo Shang-hua (羅尚樺) telah ditemukan dan dipastikan tewas, sedangkan Kapten Pan Ying-chun (潘穎諄) masih dalam kondisi hilang. Pihak militer pun telah mengerahkan tim mereka untuk segera menemukan Kapten Pan Ying-chun.
Saat ditemui di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Su Tseng-chang menyampaikan, dibutuhkan dedikasi dan keberanian yang tinggi dari para pilot, guna melindungi kawasan udara Taiwan. Dirinya pun sangat menyesali kejadian kemarin dan memberikan rasa penghormatan tingginya kepada pilot yang gugur saat menunaikan tugasnya.
PM Su Tseng-chang juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam, dan semoga anggota keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Beliau juga berjanji akan segera mencari tahu alasan mengapa dua pesawat tersebut dapat bertabrakan dan mencari keberadaan dari satu kapten lainnya.
Di samping itu, Ketua Komite Partai Demokratik Progresif (DPP) Kota Taipei dan pendiri Forward Alliance - Wu Yi-nong (吳怡農) menyampaikan, ancaman yang sering dilancarkan oleh pihak RRT (Republik Rakyat Tiongkok) telah memberikan tekanan tersendiri bagi Taiwan, baik logistik maupun pelatihan persiapan perang.
Guna untuk melindungi keamanan masyarakat dan pertahanan negara, Wu Yi-nong (吳怡農) mengimbau kepada seluruh warga Taiwan untuk bersatu, guna melawan berbagai ancaman dari luar.
Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Kami telah mencoba yang terbaik. Tentara kami tetap berada di pos mereka dan berupaya semaksimal mungkin. Saya meminta dukungan dari seluruh warga Taiwan yang diperuntukkan bagi seluruh unit militer. Pada saat yang sama, kami juga mengutuk keras atas aksi provokatif RRT, yang merusak perdamaian di kawasan regional, serta terus melancarkan ancaman terhadap Taiwan. Seluruh warga sudah seharusnya bersatu dan melawan pihak musuh.”
Di samping itu, anggota legislator Partai Kuomintang (KMT) – Chen Hsueh-sheng (陳雪生) meminta kepada otoritas berwenang untuk segera menggelar investigasi dan meminta kepada seluruh peserta rapat untuk mengheningkan cipta selama 1 menit, guna mengenang jasa perwira Taiwan yang gugur saat menunaikan tugas mereka.