History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan AS-RRT Blinken Prihatin tentang Masalah Taiwan dan Hong Kong,   PM Su: RRT Membuat Negara Demokrasi Khawatir

  • 19 March, 2021
  • 陳柏萇
Pertemuan AS-RRT Blinken Prihatin tentang Masalah Taiwan dan Hong Kong,   PM Su: RRT Membuat Negara Demokrasi Khawatir
美中會談布林肯關切台港議題 蘇貞昌:中國讓民主國家擔心

 (Taiwan, ROC) -- Pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Negeri Tirai Bambu yang diselenggarakan kemarin, ada menyebutkan soal Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, pada hari ini (19/3) mengemukakan, pihak AS telah memberikan presentasi yang mendetail sebelum pertemuan dan berjanji untuk menjelaskan situasi pertemuan tersebut sesegera mungkin kepada Taiwan.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih AS, Jake Sullivan tanggal 18 Maret , meunju Alaska untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Urusan Luar Negeri Daratan Tiongkok, Yang Jie-chi (楊潔篪) dan Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok, Wang Yi. Menlu AS, Antony Blinken pada pidato pembukaan menegaskan, tindakan RRT mengancam tatanan berbasis aturan yang menjaga stabilitas global, dan AS sangat memperhatikan masalah mengenai Taiwan dan Hong Kong

Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada pihak AS yang memperhatikan masalah Taiwan. Setelah menjabat, pemerintahan Biden telah berulang kali menegaskan kembali Undang-Undang Hubungan Taiwan dan enam jaminan, bahkan menekankan bahwa komitmen AS kepada Taiwan “kokoh seperti batu”. Joanne Ou (歐江安) mengemukakan, tindakan pihak AS yang membuat pengarahan pra-konferensi dan berjanji untuk menjelaskan pembicaraan sesegera mungkin setelah pertemuan tingkat tinggi berakhir, menunjukkan rasa saling percaya dan hubungan persahabatan antara Taiwan dan AS. MOFA akan terus menjalin hubungan mitra dengan tim pemerintahan Joe Biden, bersama-sama mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di selat Taiwan serta kawasan Indo-Pasifik.

Mengenai hal tersebut, Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, tindakan Negeri Panda dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mengganggu perdamaian regional, tetapi juga membuat negara demokrasi di dunia khawatir. Maka dari itu, AS tidak hanya meminta RRT untuk dapat menahan diri, tetapi juga dapat menyelaraskan dengan negara-negara yang memiliki nilai kebebasan dan demokrasi yang sama, bersama-sama menjaga perdamaian dunia dan stabilitas kawasan.

Menlu AS, Antony Blinken dalam pertemuan tersebut mengemukakan, AS akan “membahas kekhawatiran mendalam atas tindakan RRT, termasuk tentang masalah Xinjiang”, serta melakukan pembicaraan mengenai “Hongkong, Taiwan, serangan siber di AS, serta pemaksaan ekonomi sekutu AS”.

Komentar

Terbarumore