(Taiwan, ROC) -- Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Tai-shan (邱太三) dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada tanggal 18 Maret mengemukakan, kedua selat dapat berinteraksi dengan lebih bersahabat, dan juga menyatakan ada tidaknya "Ambiguitas yang membangun" antar selat, tergantung pada kebijaksanaan dan sikap masing-masing pihak. Chiu Tai-shan (邱太三) dalam sebuah wawancara saat sebelum menuju ke Yuan Legislatif menjelaskan, “Ambiguitas yang membangun” diusulkan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Henry Kissinger, untuk memungkinkan kedua belah pihak dapat memburamkan masalah yang sensitif.
Adapun mengenai “Konsensus 92”, apakah juga semacam “Ambiguitas yang membangun”? Chiu Tai-shan (邱太三) menuturkan, istilah “Konsensus 92” sangat kontroversial di dalam negeri, dan itu tidak dapat disebut dengan “Ambiguitas yang membangun”.
Chiu Tai-shan (邱太三) mengatakan, ”Seperti yang saya sebutkan di konferensi pers kemarin, konsensus 92 sudah menimbulkan kontroversi yang sangat besar di negeri kita, bahkan di dalam partai oposisi KMT sendiri juga ada yang tidak bersependapat. Maka jelas terlihat, jika istilah ini tidak bisa digantikan dengan kata ambiguitas yang membangun.”
Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang (蘇貞昌) saat diwawancara tadi pagi, juga menggemakan kata-kata Chiu Tai-shan (邱太三) yang berbunyi “Ambiguitas yang membangun” dan mengemukakan, Taiwan adalah negara yang bebas dan demokratis, dan setiap lapisan masyarakat juga sangat baik, “Asalkan ada negara yang bersahabat dengan kita, maka kami pun bersedia bersahabat dengannya.