History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Anthony Blinken Ungkap Isu Peduli Taiwan dan Pulau Diaoyu Kepada RRT

  • 18 March, 2021
  • 鄭蕙玲
Anthony Blinken Ungkap Isu Peduli Taiwan dan Pulau Diaoyu Kepada RRT
Isu peduli pulau Diaoyu

(Taiwan, ROC) -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken ketika diwawancarai secara online oleh media Jepang pada tanggal 17 Maret, menyampaikan, terkait tindakan yang dilakukan Daratan Tiongkok terhadap Pulau Diaoyu, tekanan terhadap Taiwan dan masalah lainnya, dalam pertemuan dia dengan pejabat tinggi Daratan Tiongkok di Alaska, Amerika Serikat tanggal 18 Maret akan dengan jelas menyampaikan perhatiannya.

Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih AS, Jake Sullivan tanggal 18 Maret ke Alaskan untuk melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Urusan Luar Negeri Daratan Tiongkok Yang Jie-chi (楊潔篪), Menteri Luar Daratan Tiongkok Wang Yi. Ini merupakan konferensi tingkat tinggi pertama antara Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok di masa pemerintahan Joe Biden.

Media Jepang, Nihon Keizai Shinbun melaporkan, dalam wawancara online tanggal 17 Antony Blinken menyampaikan, terkait masalah tindakan perluasan Daratan Tiongkok hingga ke Pulau Diaoyu dan sekitarnya dan tekanan terhadap Taiwan serta lainnya, ia akan dengan jelas menyampaikan perhatian AS akan hal ini dalam pertemuan dengan Daratan Tiongkok yang berlangsung di Alaska pada tanggal 18 Maret. Laporan membeberkan, Daratan Tiongkok mendefinisikan pertemuan dengan pejabat tinggi AS  sebagai “strategi dialog”, tetapi Amerika Serikat membantah, hal ini menunjukkan adanya jurang pemisah antara AS dan Daratan Tiongkok. 

Dalam konferensi pers online media Jepang ini, Antony Blinken menyampaikan, Daratan Tiongkok mengunakan tindakan menyerang terhadap Pulau Diaoyu dan kepulauan sekitarnya termasuk Laut Tiongkok Timur, Laut Tiongkok Selatan dan Taiwan, untuk itu Amerika Serikat menaruh perhatian akan hal ini dan akan memberitahukan dengan jelas pada Daratan Tiongkok, dan jangan beranggapan tindakan seperti ini tidak akan dikenakan sanksi.

Komentar

Terbarumore