(Taiwan, ROC) --- Menteri Pertahanan Nasional, Chiu Kuo-cheng (邱國正) hari ini (16/3) mengkonfirmasi terkait perkembangan pemroduksian “komponen zona merah” kapal selam nasional, yang mendapat pengakuan ekspor dari pihak Amerika Serikat dan berikutnya akan diproses sesuai dengan prosedur berlaku.
Pemroduksian kapal selam nasional dimulai pada tahun 2020 lalu, yang mana hal ini telah sesuai dengan agenda Kementerian Pertahanan Nasional (MND). Prototipe kapal selam terkait, diharapkan dapat diluncurkan pada tahun 2024. Dan setelah memenuhi persyaratan militer, diharapkan diserah terima pada tahun 2025.
Komponen zona merah yang akan dikembangkan dalam pemroduksian kapal selam nasional, meliputi integrase sistem tempur, mekanisme sonar digital dan peralatan pendukung (periskop). Yang mana ketiga bagian komponen tersebut telah memenuhi persyaratan ekspor Amerika Serikat dan akan dikembangkan sesuai dengan jadwal yang ada.
Apakah rencana pemrodukian kapal nasional berpeluang diselesaikan lebih awal dari jadwal semula? Menjawab pertanyaan di atas, Menteri MND Chiu Kuo-cheng menyampaikan, pihak nya beserta dengan tentara nasional tentu memprirotaskan agenda yang ada. Namun demikian, impor “komponen zona merah” perlu dijalankan sesuai dengan prosedur yang ada. Saat ini, pihaknya belum dapat memastikan kapan komoditas terkait tiba di Taiwan.
Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat sudah menyetujuinya. Kami juga telah memperoleh izin ekspor dan akan menjalankannya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saya tidak bisa menjamin kapan komoditas terkait tiba di Taiwan. Karena setiap langkah yang dijalankan haruslah sesuai dengan SOP yang ada. Saya paham jika masyarakat menaruh perhatian yang mendalam akan hal ini. Kami akan menyelesaikannya sesuai dengan hukum dan prosedur yang berlaku.”
Beberapa pihak menilai, perkembangan yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa hubungan antar Taiwan dengan Amerika Serikat menghangat secara perlahan. Menanggapi pernyataan di atas, Chiu Kuo-cheng menyampaikan, tentara nasional tidak mau mengintervensi tujuan politik tertentu.
Wacana penjualan senjata militer telah sedari dahulu dijalankan oleh Tentara Nasional, dengan tetap bertumpu pada kebutuhan dalam negeri. AS juga telah menyetujui, jika langkah berikutnya akan berjalan dengan tidak mencampuradukkan isu kepentingan politik tertentu.
Chiu Kuo-cheng juga meminta pihak luar untuk tidak membuat intepretasi lain di atas topik pengadaan senjata militer.