History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Daratan Tiongkok Menghentikan Impor Nanas Produksi Taiwan

  • 27 February, 2021
  • 譚雲福
Daratan Tiongkok Menghentikan Impor Nanas Produksi Taiwan
Daratan Tiongkok Menghentikan Impor Nanas Produksi Taiwan

        (Taiwan, ROC) – General Administration of Customs of the People's Republic of China mengeluarkan pengumuman bahwa per bulan Maret pihak Daratan Tiongkok menghentikan produk impor nanas asal Taiwan. Menteri Luar Negeri Joseph Wu pada hari Jumat tanggal 26 Februari menyayangkan sikap yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, dan menyerukan kepada semua negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama di dunia, dapat menyontoh kebijakan sikap yang diambil oleh pemerintah Australia terkait “Freedom Wine”, untuk turut memberikan bantuan perlindungan kepada Taiwan dalam hal “Freedom Pineapple”.

        Pihak General Administration of Customs Daratan Tiongkok mengumumkan penghentian produk impor nanas per bulan Maret yang akan datang. Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Daratan Tiongkok juga turut mengeluarkan pernyataan pers, yang menyebutkan jika telah ada beberapa kali produk nanas asal Taiwan yang masuk ke Daratan Tiongkok yang ditemukan adanya organisme yang berbahaya, sehingga untuk sementara menghentikan produk impor nanas asal Taiwan. Adapun kebijakan demikian diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam hal pencegahan kontaminasi yang terjadi akibat produk impor berupa tumbuh-tumbuhan ke Daratan Tiongkok.

        Joseph Wu dalam cuitan di akun Twitternya menyebutkan jika pihak Daratan Tiongkok menggunakan sikap demikian untuk memberikan hukuman bagi para pekebun Taiwan yang mayoritas berada di bagian selatan Taiwan. Joseph Wu juga tidak lupa turut mengutip hashtag yang sempat dilakukan oleh dunia internasional berkenaan dengan kebijakan “#FreedomWine” untuk Australia, dan meminta dunia internasional, khususnya negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama dengan Taiwan dapat memberikan dukungan bagi Taiwan, bersama-sama menyerukan “FreedomPineapple”.

        Dalam cuitan Kementerian Luar Negeri atau MOFA menyebutan jika kebijakan larangan yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, telah bertolak belakang dengan peraturan yang berhubungan erat dengan kebebasan perdagangan yang selama ini tengah dilakukan, sehingga menyerukan kepada pihak Beijing untuk dapat mencabut kembali larangan impor tersebut.

        Daratan Tiongkok pada tahun lalu mengumumkan pemungutan pajak sebesar 200% terhadap produk minuman anggur atau Wine asal Australia, sehingga telah turut memicu kritikan dari pihak Amerika, Taiwan dan negara-negara demokrasi lainnya, menyerukan kepada dunia untuk dapat banyak mengonsumsi produk wine Australia guna menghadapi tekanan yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok dalam hal dunia bisnis.

Komentar

Terbarumore