History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen : Tidak Abaikan Pandangan Penduduk Asli, Memori “Insiden 28 Februari” Beragam

  • 25 February, 2021
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai Ing-wen : Tidak Abaikan Pandangan Penduduk Asli, Memori “Insiden 28 Februari” Beragam
Presiden Tsai Ing-wen : Tidak Abaikan Pandangan Penduduk Asli, Memori “Insiden 28 Februari” Beragam

(Taiwan, ROC) Academia Historica pada hari Kamis ini (25/2) menggelar forum “Suku Penduduk Asli dan Penelitian Ilmiah 28 Februari”, membahas tentang peran dan situasi dari penduduk asli dalam insiden 28 Februari, Presiden Tsai Ing-wen dalam sambutannya menyampaikan, bagi pihak resmi, sejarah insiden 28 Februari bukan merupakan peristiwa yang tabu, pandangan bagi penduduk asli terhadap insiden 28 Februari tidak akan diabaikan. Presiden Tsai Ing-wen menekankan, ketika kelompok yang berbeda memiliki memori tentang peristiwa 28 Februari dan didengar, diperhatikan, di tengah transisi keadilan mengejar fakta kejadian di masa lalu baru bisa mengungkap kebenaran, mengharapkan agar rendah hati menerima sejarah masa lalu, selain masyarakat Taiwan yang berdemokrasi tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, memiliki harapan besar untuk masa depan.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Ada beberapa kegiatan memorial 28 Februari yang digelar belakangan ini, hal ini menunjukkan pandangan penduduk asli yang mendalam dan beragam, seperti kelompok penduduk asli dari Academia Historica dan pameran insiden 28 Februari bersama forum pembahasan ini, sebagai pemberitahuan bahwa insiden 28 Februari bukan konflik biasa, masih ada beberapa sesupuh penduduk asli menjadi korban dalam peristiwa ini, juga ada yang segera lari menghindari konflik yang semakin meluas.”

Presiden Tsai mengemukakan, “Saat bersamaan saya juga beranggapan, ketika pandangan dari kelompok suku yang berbeda didengar dan diperhatikan, maka di tengah transisi keadilan mengejar fakta sejarah bisa mengungkap kebenaran.”

Presiden Tsai Ing-wen mengapresiasi Academia Historica dan Memorial Foundation 28 Februari, dalam beberapa tahun terakhir ini mengungkap kebenaran sejarah, menjaga pandangan dari beragam komunitas masyarakat yang berbeda, dan diyakini National Human Rights Museum(NHRM) dan Komisi Keadilan Transisional dari Kantor Kepresidenan akan mengumpulkan lebih banyak bahan sejarah untuk memfasilitasi pertukaran dan dialog lintas etnis.

Komentar

Terbarumore