(Taiwan, ROC) Indonesia akan melakukan pemberian vaksin COVID-19 skala besar, kemarin (9/2) mulai membina puluhan ribu tentara untuk membantu para tenaga medis menjalankan program vaksinasi ini. Selain itu, untuk kawasan krisis pandemi di pulau Jawa dan Bali akan menempatkan sekitar 30.000 personal tentara yang difungsikan untuk mengawasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di komunitas masyarakat.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto kemarin (9/2) menggelar upacara pembukaan pembinaan tentara dalam rangka pemberian vaksinasi skala besar, turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam sambutan menyampaikan, sementara ini ada 1008 TNI yang memenuhi persyaratan sebagai vaksinator, saat ini tengah melatih 10.000 tentara untuk bergabung dalam tim ini, guna memberikan bantuan kepada tenaga medis dalam memberikan vaksin kepada masyarakat. TNI juga memfasilitasi distribusi vaksin ke berbagai tempat yang dilakukan dengan pengiriman cold chain.
Mulai Januari 2021, Indonesia melakukan vaksinasi, yang diberikan kepada tim dan petugas rumah sakit, instansi pemerintahan dan tentara sebagai staf pencegahan pandemi yang berada di garda terdepan, dijadwalkan pemberian vaksin kepada masyarakat paling cepat akan dimulai pada bulan April.
Pandemi COVID-19 di Indonesia semakin mengganas, dalam waktu 1 hari saja pada tanggal 8 Januari mencatat lebih dari sepuluh ribu kasus, pada tanggal 30 Januari mencatat angka tertinggi 14.518 kasus, dalam dua hari ini turun menjadi 8000 kasus. Jumlah total Indonesia telah mencatat 1.174.779 kasus, yang meninggal dunia 31.976 orang, pasien yang sedang menjalani perawatan 169.351 orang, masih dalam pemeriksaan ada 77.086 kasus.
Kepala Negara Indonesia Joko Widodo pada awal Februari menyampaikan, di Jawa dan Bali pada setiap komunitas masyarakat diberlakukan PPKM, tetapi hasil tindakan pencegahan pandemi sangat terbatas, membuatnya merasa sedih dan kecewa, mengharapkan agar setiap kalangan masyarakat tetap berupaya agar pencegahan pandemi dapat diperluas.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, akan menempatkan 29.736 tentara di pulau Jawa dan Bali, memblusuk ke daerah yang terpencil, mengingatkan agar masyarakat mematuhi PPKM, melacak warga yang pernah berkontak langsung dengan pasien COVID-19 dan dikarantina, serta memastikan agar program pemberian vaksin skala besar dapat berjalan dengan lancar.