(Taiwan, ROC) – Hari Jumat tanggal 5 Februari adalah hari terakhir beroperasinya bursa saham Taiwan untuk tahun tikus emas 2020, dimana indeks bursa di hari terakhir berhasil naik 96 poin, ditutup pada nilai 15.802 poin. Tahun lalu adalah tahun tikus emas, juga merupakan tahun merebaknya pandemic COVID-19, namun jika melihat performa secara keseluruhannya, indeks bursa saham Taiwan pada tahun tikus emas, total mencapai kenaikan sebanyak 3.683 poin atau 30% dari jumlah total indeks bursa saham. Bursa saham baru akan kembali beroperasi pada tanggal 17 Februari mendatang yang akan memasuki tahun kerbau emas. Selama masa libur, indeks bursa dunia, kondisi perkembangan pandemi, tentu akan turut mempengaruhi performa di tahun kerbau mendatang.
Sehubungan dengan penutupan pengoperasian, dan akan memasuki masa libur tahun baru Imlek, dimana akan berhubungan langsung dengan 7 hari pengoperasian pada waktu biasa, sehingga performa bursa saham pada hari Jumat tanggal 5 Februari, para investor boleh disebut berada dalam kondisi memantau. Meskipun indeks bursa saat dibuka sempat melonjak lebih dari 200 poin, mencapai batas 15.900 poin, namun karena banyak yang mengkhawatirkan keadaan yang berkemungkinan akan terjadi selama masa liburan, meliputi kondisi politik dan ekonomi dunia, atau bahkan perubahan kondisi pandemi, ditambah lagi dengan catatan pandemi merebak pada saat masa liburan tahun baru imlek 2020. Semua hal tersebut menyebabkan para investor menjadi lebih berhati-hati, yang dapat terlihat saat nilai saham naik, pasti akan ada penjualan, sehingga bursa saham Taiwan ditutup dengan kondisi naik 96 poin, atau naik 0,61%, mencatat nilai 15.802 poin, dengan jumlah transaksi mencapai NT$ 280,4 milyar.
Bursa saham Taiwan baru akan dibuka kembali pengoperasiannya pada tanggal 17 Februari mendatang. Sehubungan dengan tradisi masyarakat Tionghoa yang akan menyambut datangnya tahun baru Imlek pada pekan depan, maka selain Taiwan, bursa saham Hong Kong dan Daratan Tiongkok juga akan memasuki masa libur. Taiwan yang memiliki sistem penghentian pengoperasian untuk 2 hari, maka bursa saham ditutup lebih awal dibandingkan dengan Daratan Tiongkok dan Hong Kong.
Manajer sekuritas teknologi tingkat tinggi Franklin Templeton Kuo Hsiu-shen beranggapan jika bursa saham Taiwan usai masa liburan Imlek, maka perusahaan yang terdaftar akan memberikan laporan keuangan perusahaan kwartal ke 4 tahun 2020 pada pertengahan hingga akhir Februari. Kini, hanya perusahaan bidang teknologi yang telah mengumumkan laporan keuangan kwartal ke 4, yang berhasil mencatat hasil yang lebih baik dari yang diprediksikan. Meskipun ada sebagian komponen yang kekurangan pasokan, serta kondisi ketidakjelasan yang akan dihadapi oleh perusahaan bidang jasa pengangkutan pada kwartal pertama tahun 2021, namun karena adanya pengaruh akibat perubahan pemesanan oleh konsumen, ditambah dengan kondisi pandemi yang tidak mereda di kawasan Eropa dan Amerika, menyebabkan banyak konsumen yang menambah jumlah stok, sehingga perusahaan Taiwan mendapatkan banyak jumlah pemesanan. Hal ini tentunya akan memberikan nilai yang baik untuk kwartal pertama dibandingkan yang diprediksikan sebelumnya.