(Taiwan, ROC) -- Mengenai Guyana (Cooperative Republic of Guyana) yang mengumumkan memberhentikan kesepakatan dalam mendirikan Kantor Perwakilan Taiwan di negaranya. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) pada hari Jumat (5/2/2021), menyatakan ketidakpuasan dan mengecam pemerintah Daratan Tiongkok yang sekali lagi menindas dan menekan ruang internasional Taiwan dan partisipasi Taiwan dalam urusan internasional. MOFA menekankan, Taiwan merupakan negara yang berdaulat dan merdeka. Demi kelangsungan hidup dan perkembangan Taiwan, semua diplomat akan bekerja tanpa lelah dan berjuang sampai akhir, secara aktif terus mengupayakan partisipasi Taiwan di ruang internasional , dan juga untuk menjaga martabat dan kepentingan negara.
Juru bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) menyatakan,“Taiwan adalah negara yang berdaulat dan merdeka, setiap warga negara memiliki hak untuk memperdalam pertukaran dengan negara-negara di seluruh dunia, menjalin hubungan, dan berpartisipasi dalam organisasi dan kegiatan internasional. Untuk kelangsungan hidup dan perkembangan Taiwan, kami akan bekerja tanpa lelah dan berjuang sampai akhir. Semua diplomat akan berjuang secara aktif mengupayakan partisipasi Taiwan di ruang internasional dan juga untuk menjaga martabat dan kepentingan nasional.”
MOFA merasa tindakan pemerintah Negeri Tirai Bambu mengisolasi Taiwan di dunia Internasional, bertentangan dengan deklarasi khidmat komunitas internasional oleh para pemimpinnya yang “Menentang intimidasi, dan menentang keputusan sepihak bagi siapa yang memiliki lengan yang tebal ataupun kepalan tinju yang lebih besar”. Praktik yang dilakukan Pemerintah Beijing hanya akan semakin menonjolkan sifat jahatnya dan menjauhkan jarak antara rakyat di kedua sisi selat.