(Taiwan, ROC) Pendukung Presiden AS Donald Trump pada tanggal 6 Januari (waktu Amerika Timur) menyerang masuk gedung Capitol Hill, menyebabkan perhitungan suara pemilu dihentikan, terjadi konflik massa dengan aparat kepolisian. Sehubungan dengan hal ini, Menlu Joseph Wu pada hari Kamis ini (7/1) dalam Yuan Eksekutif mengatakan, kejadian di gedung kongres sangat disesalkan, dan pihaknya akan terus memonitor perkembangan situasi ini.
Menlu Joseph Wu mengatakan, “Insiden pada tanggal 6 Januari, terjadi konflik di Washington DC, Amerika Serikat, terhadap kejadian ini pihak Kemenlu merasa menyesal. Karena hubungan AS dan kami sangat akrab, maka pihak kami akan terus memantau situasi dengan baik; selain itu pemerintah Washington mengumumkan jam malam, kantor perwakilan kami di AS telah merilis pengumuman darurat ini, meminta warga Taiwan untuk lebih berwaspada, menghindari keluar rumah saat jam malam, jika diperlukan bisa meminta bantuan kepada kantor perwakilan setempat.”
Jubir Kemenlu Joanne Ou pada hari Kamis ini (7/1) juga menyampaikan kesedihannya atas insiden yang terjadi, meminta kantor perwakilan setempat untuk mengimbau warga di sana untuk lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan diri.
Selain itu, pagi hari ini diadakan pertemuan dialog kemiliteran Taiwan-AS, Jubir Kemenlu Joanne Ou menegaskan, hubungan Taiwan-AS berpegang saling percaya dan hubungan diplomatik dijaga dengan baik, di masa mendatang dalam pertukaran di berbagai sector dengan AS akan pihaknya akan mempererat komunikasi dan pertukaran; Mengenai bagaimana sikap Taiwan menghadapi RRT yang menentang dialog ini, Jubir Kemenlu Joanne Ou mengemukakan, hubungan Taiwan-AS terjalin baik telah terukir dalam sejarah, hubungan kemitraan yang terbaik menjadi fakta, komentar maupun penilaian dari RRT tidak akan memengaruhi hubungan Taiwan-AS yang telah terbina