(Taiwan, ROC) Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Taiwan, menangani Bandara Internasional Taoyuan untuk dicantumkan dalam program Preclearance. Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou pada hari Rabu ini (23/12) mengatakan, saat ini sedang ditinjau oleh pihak AS, pemerintah akan mengupayakan agar Taiwan bisa ikut serta. Kemenlu mengatakan, Bea cukai dan perlindungan perbatasan AS (CBP) pada tanggal 29 September waktu setempat mengumumkan membuka pengajuan permohonan ikut serta dalam program Preclearance kepada semua negara, dalam kesempatan pertama Taiwan melalui kantor perwakilan setempat mengajukan permohonan untuk bandara Internasional Taoyuan.
Jubir Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Untuk permohonan ini masih ditinjau oleh pihak AS, Kemenlu akan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya dan menjalin komunikasi dengan AS, agar bandara Internasional Taoyuan dapat bergabung dengan program ini.”
Selain itu, Senator dan Dewan Perwakilan Rakyat AS baru-baru ini meloloskan alokasi anggaran “appropriations bill for FY2021”, diantaranya tertera senilai 3 juta USD dialokasi untuk mendukung ketentuan terkait "Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global" (GCTF), selain itu juga terlampir “Taiwan Assurance Act of 2020” disahkan, hal ini menunjukkan kongres AS tanpa membedakan parpol selalu mendukung pembinaan hubungan Taiwan-AS, berkaitan dengan hal ini Kemenlu menyambut baik dan mengapresiasi.
Appropriations bill yang dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk pertama kalinya difungsikan sebagai alokasi mendukung kegiatan terkait GCTF. Kemenlu pada hari Rabu ini (23/12) mengatakan terkait dengan kegiatan yang bernilai positif ini, sangat bermanfaat bagi 3 pihak diantaranya Taiwan, AS dan Jepang melalui platform GCTF memperluas pertukaran dan kerjasama tingkat professional dengan negara-negara yang sepaham.
Juru Bicara Joanne Ou mengatakan, “Di masa mendatang pihak pemerintah kami juga akan berpegang pada fondasi baik ini, dengan prinsip saling menguntungkan dan saling percaya, melanjutkan memperdalam kemitraan global antara Taiwan dan AS.”
GCTF yang terbentuk pada bulan Juni 2015, semula merupakan cakupan perluasan mode kerjasama bertahap, kemudian untuk topik diperluas hingga ke sektor kesehatan umum, penegakan hukum, pemberdayaan wanita, pemerintahan yang optimal, hingga hari ini sudah menggelar 29 ajang lokakarya internasional dengan mengundang 68 negara dan hampir ada 1600 pejabat dan pakar yang ikut berpartisipasi.
Mengenai konten utama “Taiwan Assurance Act of 2020” adalah mendukung penjualan senjata kepada Taiwan, mendukung tekad dan niat Taiwan ikut serta dalam organisasi dunia, juga mendesak Menteri Luar Negeri AS untuk meninjau standar pertukaran dengan Taiwan dan memberikan hasil peninjauan dan laporan situasi pelaksanaan Taiwan Travel Act kepada kongres AS.