(Taiwan, ROC) - Acara panduan khusus berbahasa Indonesia untuk pameran seni kontemporer "Tetesan Cinta" (Liquid Love) dan "Meridian Suara" (Sound Meridians) digelar di Museum Seni Kontemporer (Museum of Contemporary Art/MOCA) Taipei, Minggu, 13 Desember siang.
Turut hadir dalam kegiatan hasil kolaborasi pertama antara MOCA dan Radio Taiwan Internasional ini mencakup Direktur MOCA Saphho Loh (駱麗真), Presiden RTI Chang Cheng (張正) dan penyiar RTI Siaran Indonesia, Tony Thamsir, yang merupakan pembicara utama acara panduan.
Tony menawarkan pendapatnya mengenai keterkaitan budaya dan kehidupan di Indonesia dengan isi pameran.
Tony Thamsir mengatakan, "Dekorasi ruang pameran di Singapura dan sejumlah bahan yang dipakai secara lokal di Indonesia, karena sama-sama terbuat dari plastik, sebenarnya hampir sama dengan bahan di Indonesia. Untuk itu ada unsur yang membuat kita merasa, apakah ini juga bagian dari negara kita sendiri." (201213-7)
He Feng-xin, salah satu dari puluhan imigran baru dan pekerja migran Indonesia yang hadir, merasa sangat terharu karena ini adalah pertama kali ia menghadiri acara panduan pameran dalam bahasa Indonesia sepanjang 30 tahun ia menetap di Taiwan.
He mengatakan, "Pada saat saya baru datang, jarang sekali ada acara imigran baru atau yang khusus Indonesia. Sekarang kita diundang ke sini, saya pun merasa, wah... ada acara seperti ini, bagus sekali!"
Ye Zhao-hong (葉昭宏) yang menemani isterinya dari Indonesia juga sangat terkesan dengan acara tersebut meskipun ia tidak mengerti bahasa Indonesia.
Ye Zhao-hong mengatakan, "Di Taiwan, populasi imigran dan pekerja migran dari Indonesia sudah sangat banyak. Andaikata acara panduan seperti ini bisa digelar secara berseri, saya percaya pasti akan bermanfaat sekali bagi para PMI dan teman-teman imigran dari Indonesia."
Pameran ganda "Tetesan Cinta" dan "Meridian Suara" sedang berlangsung di MOCA Taipei hingga 24 Januari tahun depan. Dirancang bersama oleh kurator seni dari empat negara, yakni Filipina, Singapura, Malaysia dan Taiwan, pameran ini mengajak pengunjung merasakan budaya suara di negara berlainan dan mempelajari penyesuaian berkesinambungan di dunia yang dibanjiri informasi eksesif.
Museum of Contemporary Art (MOCA) berada di jalan Chang'an West Road, Taipei City, adalah sebuah gedung peninggalan sejarah yang indah dan elegan dengan atap hitam yang dilengkapi dengan menara, awal masa kependudukan Jepang adalah sebuah sekolah SD Kensei Shogakko, sempat pula dijadikan sebagai gedung pemerintah kota Taipei. Kini dijadikan sebagai museum seni, yang menyatu dengan SMP Taipei Municipal Jian Cheng, dengan menyerap seni kontemporer masuk ke gedung bersejarah sebagai sebuah kehidupan baru.