(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah program televisi, anggota legislator partai Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun (鄭麗文) menyampaikan bahwa Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) pernah melontarkan kritikan pedasnya kepada Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dalam sebuah kegiatan di Pingtung pada tahun 2017 silam.
Menanggapi hal tersebut, PM Su Tseng-chang menyampaikan, Tsa Ing-wen adalah Kepala Negara yang memimpin roda pemerintahan Taiwan saat ini. Keduanya memiliki jalinan komunikasi yang erat dan rasa saling percaya yang tinggi.
Kebijakan mengimpor daging babi ractopamine yang diluncurkan oleh kabinet pemerintahan Yuan Eksekutif, belakangan ini menjadi sorotan utama publik.
Presiden Tsai Ing-wen juga telah berulang kali secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada Yuan Eksekutif dan menekankan tidak perlu melakukan perombakan kabinet. Meski demikian, rumor reshuffle di tubuh pemerintahan Yuan Eksekutif nyaring terdengar.
Dalam sebuah acara televisi, anggota legislator partai KMT - Cheng Li-wun menyampaikan bahwa PM Su Tseng-chang pernah melontarkan kritikan pedasnya kepada Presiden Tsai Ing-wen saat menyampaikan pidato di kawasan Pingtung pada tahun 2017 silam.
Menanggapi tudingan Cheng Li-wun tersebut, PM Su Tseng-chang saat ditemui di Yuan Legislatif menyampaikan, hubungan antara dirinya dengan Presiden Tsai Ing-wen saat ini terjalin sangat baik dan meminta kepada seluruh pihak untuk menghentikan fitnahan yang ada.
Su Tseng-chang mengatakan, “Tsai Ing-wen adalah pemimpin negara. Kami membahas berbagai isu dan permasalahan, serta memiliki rasa saling percaya yang tinggi. Kabar fitnah yang beredar di luar sana tidak berarti dan tidak valid.”
Pada tanggal 8 Desember 2020, partai berkuasa dan partai oposisi kembali membahas perihal tata tertib administrasi kebijakan impor daging babi ractopamine, yang akan diberlakukan semenjak tanggal 1 Januari 2021 mendatang.
Sekali lagi PM Su Tseng-chang menekankan, Taiwan adalah negara yang bergantung dengan perdagangan luar negeri. Oleh karena itu, Taiwan akan menjunjung tinggi sistim perdagangan yang saling menguntungkan bagi semua pihak global.
Pemerintah juga akan memprioritaskan keamanan pangan dan melakukan yang terbaik untuk mengelola manajemen pengawasan yang relevan. Ia pun mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak perlu mencemaskan hal ini.
Di samping itu, Komisi Komunikasi Nasional (NCC) menolak memberikan perubahan lisensi kepada stasiun televisi CTi News, yang mendatangkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Tidak hanya sampai di situ, banding yang diajukan CTi News ke Pengadilan Tinggi Taipei, juga kembali ditolak dengan alasan bahwa keputusan NCC tidak mendatangkan dampak dan bahaya yang signifikan bagi stasiun televisi tersebut.
Kedua penolakan tersebut memunculkan isu pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen yang dinilai telah berubah menjadi diktator. Menanggapi hal di atas, PM Su Tseng-chang menyampaikan bahwa pemerintah akan menghormati segala keputusan yang dirilis oleh Pengadilan Tinggi.