History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen Memuji Mutu Anggur Merah Australia dan Menegaskan Kembali Tekad Taiwan Selalu Mendukung Australia

  • 07 December, 2020
  • 陳志勇
Presiden Tsai Ing-wen Memuji Mutu Anggur Merah Australia dan Menegaskan Kembali Tekad Taiwan Selalu Mendukung Australia
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) (kanan) menemui menemui perwakilan Australia untuk Taiwan Gary Cowan (kiri) di Kantor Kepresidenan, Taipei, Senin, 7 Desember.

(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memuji bahwa anggur merah Australia adalah produk sangat bermutu dan menegaskan kembali tekad Taiwan selalu memberi dukungan pada Australia.

Kepala negara mengungkapkan hal tersebut ketika menemui Gary Cowan, perwakilan Australia untuk Taiwan yang akan segera meletakkan jabatan dan kembali ke kampung halaman. Pertemuan berlangsung di Kantor Kepresidenan, Taipei, Senin, 7 Desember.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk meretaliasi aksi Australia meluncurkan penyelidikan terhadap sumber penularan Covid-19, Tiongkok telah menaikkan pajak impor bagi produk anggur merah Australia, tapi ini malah menimbulkan arus pemborongan secara global yang dengan skala besar meningkatkan penjualannya.

Presiden Tsai mengatakan, "Bapak Cowan pernah mengatakan bahwa Taiwan adalah sahabat tulen saat dibutuhkan Australia, juga pernah menegaskan bahwa Australia adalah pendukung kuat Taiwan. Meninjau kolaborasi kedua pihak pada masa pandemi ini, kita bisa memastikan bahwa Australia adalah sahabat dan saudara Taiwan. Saat Australia menghadapi tekanan besar, Taiwan juga akan mengusahakan semaksimal mungkin untuk memberi dukungan dan kehangatan."

Menurut Tsai, Australia adalah negara pemasok terbesar keempat bagi Taiwan dalam bidang produk pertanian dan makanan, kedua pihak juga menjalin kerjasama erat dalam bidang sumber daya. Kelak, lanjut Tsai, kemitraan ini diharapkan bisa selanjutnya dipererat melalui ditingkatkannya kesempatan interaksi dan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ekonomi.

Komentar

Terbarumore