History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RCEP Tidak Terlalu Berdampak Pada Taiwan? PM: Pemerintah dan Pengusaha Memiliki Rencana untuk Menanggulangi

  • 17 November, 2020
  • 尤繼富
RCEP Tidak Terlalu Berdampak Pada Taiwan? PM: Pemerintah dan Pengusaha Memiliki Rencana untuk Menanggulangi
RCEP Tidak Terlalu Berdampak Pada Taiwan? PM: Pemerintah dan Pengusaha Memiliki Rencana untuk Menanggulangi

(Taiwan, ROC) --- Setelah melewati negosiasi yang panjang, sepuluh negara anggota ASEAN bersama dengan RRT, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru menandatangani "Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional" (RCEP), pada 15 November 2020.

Tersiar kabar bahwa perjanjian RCEP tersebut dapat berimbas pada persaingan ekonomi regional di kawasan Taiwan dan dicemaskan dapat mempengaruhi sektor perindustrian konvensional.

Saat ditemui di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyampaikan, pembahasan kerangka RCEP telah berlangsung selama 10 tahun belakangan. Pemerintah dan pengusaha setempat juga telah mencanangkan beberapa kebijakan di awal.

Para pelaku industri tanah air juga telah menyelesaikan penyebaran jaringan industri mereka di negara tujuan. Produk elektronik Taiwan yang dipasarkan keluar negeri mencapai 70%, dan semuanya telah mendapatkan pembebasan pajak.

Meski dampak RCEP tetap ada, tetapi pengaruhnya tidak akan terlampau besar. PM Su Tseng-chang juga mengusulkan agar penandatanganan RCEP juga menyoroti pentingnya pengukuhan hubungan ekonomi dan perdagangan antar Taiwan dengan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Su Tseng-chang mengatakan, “Mengapa kita terus memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antar Taiwan dengan Amerika Serikat? Faktanya, volume perdagangan Taiwan dengan Amerika Serikat telah mencapai nilai lebih dari NT$ 2.4 triliun. Jumlah investasi yang ditanam Amerika Serikat juga telah melebihi NT$ 700 miliar. Kami juga aktif mengedepankan peredaran ekonomi ke komunitas internasional. Inilah yang terbaik bagi Taiwan.”

Menteri Ekonomi , Wang Mei-hua (王美花) mengemukakan, bergabung dengan RCEP membutuhkan persetujuan dari semua negara anggota terlebih dahulu. Dan di saat inilah, otoritas Tiongkok pasti akan melancarkan tekanannya dan meminta Taiwan untuk mengakui “Konsensus 1992” atau kebijakan “Satu Negara Dua Sistem”, sebelum bergabung dengan kerangka RCEP.

Wang Mei-hua melanjutkan bahwa tekanan tersebut tentu tidak akan diterima oleh sebagian besar warga di Taiwan. Dirinya juga mengimbau kepada semua pihak untuk memperjuangkan hak Taiwan dalam berkontribusi dengan organisasi internasional melalui cara-cara lainnya.

Komentar

Terbarumore