(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengungkapkan penyesalan bahwa Taiwan sekali lagi tidak diundang untuk mengikuti pertemuan tahunan Majelis Kesehatan Dunia (WHA), dan melukiskan penolakan berbasis pertimbangan politik tersebut tidak hanya telah mengabaikan hak kesehatan masyarakat Taiwan, juga suatu ironi bagi tujuan "Kesehatan bagi Setiap Orang" yang ditetapkan dalam Piagam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Juru bicara MOFA Joanne Ou (歐江安) mengungkapkan hal tersebut pada hari Senin, 9 November, hari pembukaan pertemuan tahunan WHA, di mana Taiwan kembali dipastikan tidak diundang untuk berpartisipasi.
Meski demikian, Ou mengemukakan, dukungan dari masyarakat internasional bagi Taiwan untuk bergabung dengan WHO semakin kuat, termasuk dari lembaga eksekutif Amerika Serikat, Eropa, Afrika dan Amerika Latin, yang masing-masing telah menyuarakan dukungan bagi partisipasi Taiwan.
Dukungan-dukungan ini, jelas Ou, menonjolkan kenyataan bahwa keikutsertaan Taiwan dalam WHO dan organisasi kesehatan global lain adalah isu kesehatan global penting yang telah memperoleh dukungan dari masyarakat internasional.
Joanne Ou mengatakan, “Taiwan cukup sukses dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Kami sangat bersedia berbagi pengalaman, informasi dan tenaga ahli bersama dunia, dan ini telah meraih dukungan dari masyarakat internasional. MOFA dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan menggunakan tenaga dan energi dukungan internasional ini untuk terus mengusahakan partisipasi Taiwan dalam semua konferensi dan mekanisme WHO."
Sekedar informasi, pertemuan tahunan WHA ke 73 untuk tahun 2020 yang tertunda akibat pandemi Covid-19, resmi digelar secara daring pada tanggal 9 hingga 14 November. Taiwan, seperti tahun-tahun silam, berusaha untuk mengikuti pertemuan tapi selalu ditolak. Penyebab utama penolakan tersebut adalah oposisi dari Tiongkok.