(Taiwan, ROC) Sekretariat Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada tanggal 4 November mengemukakan, Taiwan pada tahun ini menyumbang sebanyak US$ 1,5 juta untuk membantu APEC dalam mempromosikan Program Kerjasama Ekonomi dan Teknik APEC, termasuk mempromosikan integrasi ekonomi regional, inklusifitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; Jumlah donasi tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan donasi tahun lalu.
APEC merupakan Forum Kerjasama Ekonomi dan Perdagangan terpenting di kawasan Asia-Pasifik, dengan total 21 negara anggota, termasuk Taiwan didalamnya. Pejabat senior APEC Taiwan sekaligus merupakan Direktur Departemen Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri, Bob L.J. Chen bersama dengan CEO Sekretariat APEC, Rebecca Sta Maria, menandatangani sebuah memorandum melalui konferensi video pada tanggal 4 November.
Sekretariat Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 4 November malam, mengeluarkan siaran pers yang menyatakan, memorandum tersebut untuk mengkonfirmasi atas total donasi Taiwan sebesar US$ 1,5 Juta pada tahun ini. Membantu mempromosikan Program Kerjasama Ekonomi dan Teknik APEC, khususnya yang menyangkut pengembangan kapasitas kemampuan anggota dan mempromosikan integrasi ekonomi regional serta toleransi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dapat dipahami bahwa donasi Taiwan kepada APEC tahun ini adalah yang tertinggi dalam sejarah, di mana US$ 1 juta akan disumbangkan ke APEC Human Security Sub-Fund. Human Security Sub-Fund, didirikan setelah epidemi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) menyerang Taiwan pada tahun 2003 silam, dikarenakan merasa pentingnya faktor kesehatan dan keselamatan bagi ekonomi Asia-Pasifik. Sisa donasi akan digunakan untuk inovasi digital, proyek sampah laut, dan sebagai pendanaan penelitian untuk kelompok pendukung kebijakan APEC.
Mengenai kecamuk wabah epidemi COVID-19 saat ini, Bob L.J. Chen berharap Taiwan dapat terus bekerja sama dengan negara-negara anggota ekonomi lainnya, bersama-sama mencari solusi untuk krisis, serta mengurangi dampak kecamuk epidemi saat ini.
Rebecca Sta Maria, mengatakan: “Mendukung program peningkatan kapasitas kemampuan yang berfokus pada tanggap darurat dan kesehatan akan membantu APEC dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh bagi masyarakat di wilayah tersebut.” Dikarenakan wabah COVID-19, banyak pertemuan APEC pada tahun ini diselenggarakan melalui via video, termasuk juga pertemuan yang akan dihadiri oleh para pemimpin ekonomi pada tanggal 20 November mendatang, pertemuan tersebut akan menjadi Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin perdana via video dalam sejarah APEC.