(Taiwan, ROC) – Kemenlu pada hari Kamis lalu tanggal 28 Oktober mengatakan, Taiwan, AS pada tanggal 28 Oktober membuka pertemuan ringkasan pembahasan “konsultasi pemerintahan demokrasi Indo Pasifik” ke-2, Menlu Joseph Wu mengemukakan, RRT beberapa waktu terdekat ini kerap kali melakukan tindakan provokasi terhadap Taiwan, selain itu juga memberi dampak serius terhadap perdamaian dan stabilitas regional, mengimbau agar semua warga tetap berwaspada.
Pers rilis Kemenlu pada malam tersebut menyampaikan menyampaikan, Taiwan-AS membuka pertemuan ringkasan pembahasan “konsultasi pemerintahan demokrasi Indo Pasifik” ke-2, digelar secara virtual dengan video konferensi, antara kantor perwakilan Amerika Serikat (AIT/T) melakukan video konferensi dengan pemerintah AS di Washington.
Kemenlu menyampaikan, dalam pertemuan tersebut diawali dengan Menlu Joseph Wu yang memberikan sambutan, dilanjutkan perwakilan pihak AS oleh Robert Destro selaku Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk bidang Demokrasi, HAM dan Perburuhan.
Kemenlu mengutarakan, pertemuan ini turut mengundang beberapa lembaga sosial masyarakat dari Taiwan dan AS untuk berpartisipasi diantaranya National Democratic Institute (NDI), (International Republican Institute (IRI), National Endowment for Democracy (NED) , Freedom House, Taiwan Foundation for Democracy, Taiwan AID (Alliance in International Development, Open Culture Foundation (OCF) dan The Garden of Hope Foundation.
Joseph Wu menyampaikan, pada tahun lalu Taiwan AS sepakat untuk membangun sistem dialog, dan di masa 1 tahun yang lalu membahas tentang bagaimana kawasan Indo Pasifik berlanjut memperdalam kerjasama mempromosikan kebebasan, demokrasi, pemberdayaan perempuan serta pemerintahan yang bijak, kini telah membuahkan hasil.
Joseph Wu menekankan, Taiwan membela kebebasan demokrasi, belakangan ini RRT kerap kali melakukan tindakan provokasi terhadap Taiwan, memberikan dampak serius terhadap stabilitas regional maka mengimbau warga untuk selalu bersikap waspada.
Pihak AS melalui AIT merilis, di masa 1 tahun mendatang, AS-Taiwan melanjutkan kerjasama, memanfaatkan Taiwan dalam promosi kebebasan beragama, pemberdayaan ekonomi wanita, memerangi berita hoaks di internet, transparansi pemerintah dan pemilu yang adil akan diwujudkan, menunjukkan nilai inti demokrasi dan mempertahankan kawasan Indo pasifik yang bebas terbuka.
AIT mengatakan, kedua belah pihak memprioritaskan kerjasama beberapa aspek mencakup “pendanaan bersama untuk anti korupsi, pemerintahan yang terbuka, demokrasi dan HAM”, “memperkuat hubungan masyarakat Taiwan-AS”, dan “membangun Taiwan menjadi platform promosi demokrasi”.
Untuk bagian“pendanaan bersama untuk anti korupsi, pemerintahan yang terbuka, demokrasi dan HAM”, AIT mengemukakan, AS-Taiwan bermaksud untuk mendanai kegiatan anti korupsi dan pemerintahan terbuka di kawasan Indo Pasifik, serta berlanjut membuka kesempatan kerjasama di berbagai sektor guna mempromosikan demokrasi dan HAM di kawasan Indo Pasifik.
“Memperkuat hubungan masyarakat Taiwan-AS”, AIT mengemukakan, Taiwan menyetujui NDI membangun kantor perwakilan di Taiwan, IRI juga telah merencanakan akan membentuk kantor di Taiwan untuk masa jangka panjang, Kemenlu akan mendirikan unit jendela penghubung untuk membantu NGO yang mendirikan kantor di Taiwan, untuk informasi terkait akan diumumkan pada situs khusus.
“Membangun Taiwan menjadi platform promosi demokrasi”, AIT mengatakan, Taiwan Foundation for Democracy , Forum 2000 Foundation dan National Endowment for Democracy(NED) telah mengumumkan pada tahun 2021 akan menggelar workshop demokrasi internasional di Taiwan, mendukung organisasi non pemerintah untuk memperdalam pembinaan guna mempromosikan pemerintahan demokrasi di kawasan Indo Pasifik.