History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RRT Menggoreng Kasus “Spionase Taiwan”, MAC Kembali Mengecam Keras

  • 13 October, 2020
  • 鄭蕙玲
RRT Menggoreng Kasus “Spionase Taiwan”, MAC Kembali Mengecam Keras
RRT Menggoreng Kasus “Spionase Taiwan”, MAC Kembali Mengecam Keras

(Taiwan, ROC) Media resmi dari RRT terus menerus menyebarluaskan pengakuan TV yang berhasil membongkar kasus spionase Taiwan, Perdana Menteri Su Tseng-chang () pada hari Selasa ini menyampaikan, RRT selalu memanfaatkan orang, atau kejadian untuk mengumbar fitnah, memicu suasana teror, semua ini memperlihatkan sikap bukan negara adidaya. PM Su mengatakan, Taiwan tidak perlu melakukan hal demikian, mengimbau agar RRT tidak perlu bersikap curiga.

Belakangan ini media resmi RRT yang membongkar kasus spionase Taiwan, diantaranya, Cheng Yu-ching(鄭宇欽) asal Taiwan yang pernah mengajar di Republik Ceko, pada bulan April 2019 dinyatakan terlibat dalam spionase, masuk ke Daratan Tiongkok dan ditahan oleh instansi keamanan nasional Daratan Tiongkok.

Kemenlu pada hari Selasa ini (13/10) mengemukakan, informasi yang disampaikan oleh Daratan Tiongkok, pada saat tersebut terdapat banyak kesalahan, misalkan Chen Yu-ching bukan dosen pengajar Universitas di Ceko, dia menetap di Ceko sejak 2005-2008, sering mempromosikan  Prakarsa Sabuk dan Jalan, mempromosikan hubungan RRT dan Ceko; Yang dimaksud oleh RRT adalah utusan untuk Ceko Lee Yuan-peng(李雲鵬), bukan diplomat dari Taiwan.

Direktur divisi Eropa Kemenlu, Johnson Jiang Sen mengatakan,“semua ini pada dasarnya perlu diperkuat pembuktiannya, semua tuduhan ini dari pemerintah Daratan Tiongkok, ada unsur kesengajaan, ada niat lain dan melanggar hak asasi, berdasarkan kasus ini Kemenlu akan berkoordinasi dengan Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), jika diperlukan akan memberikan bantuan.”  

PM Su Tseng-chang mengatakan, “Dapat diketahui bahwa Daratan Tiongkok selalu memanfaatkan orang, kejadian untuk dijadikan sebagai fitnah, membuat keonaran dan teror, tindakan tidak semestinya bersikap tidak seperti negara adidaya.”

Media mempertanyakan kepada PM Su, ada seberapa banyak kejadian yang tidak termonitor seperti demikian? PM Su mengatakan, Taiwan tidak lagi melakukan hal seperti ini, juga menjadi hal yang tidak perlu dilakukan. Sebaliknya Daratan Tiongkok yang sedang menghimpun kekuasaan bersikap hegemoni, selalu melakukan tindakan infiltrasi dan merusak, “sendiri melakukan hal demikian, masih menuduh orang lain melakukan hal ini”, apakah masih belum mengetahui kebebasan demokrasi Taiwan yang sudah lama berjalan, Daratan Tiongkok tidak perlu bersikap curiga.

Selain itu, berkaitan dengan kasus Chan Tong-kai (陳同佳), Menteri Kehakiman Tsai Ching-hsiang (蔡清祥) saat diwawancarai menyampaikan, Kejaksaan Shihlin telah menerima laporan dari 3 pengacara yang mendampingi Chan Tong-kai, oleh kejaksaan Shihlin akan menyerahkan kasus ini kepada jaksa untuk mengadili kasus ini. Menteri Kehakiman Tsai Ching-hsiang menambahkan, atas permintaan dari Kejaksaan Shihlin Kementerian Kehakiman akan meminta Dewan Urusan Daratan Tiongkok untuk menangani, mencakup masalah hukum timbal balik dan penangkapan buronan.

Komentar

Terbarumore