(Taiwan, ROC) --- Media Reuters mewartakan, ada tiga sumber yang menyampaikan bahwa otoritas Gedung Putih tengah mempromosikan penjualan senjata canggih mereka kepada pihak Taiwan.
Baru-baru ini, otoritas Negeri Paman Sam telah mengajukan permohonan terkait penjualan tiga sistem persenjataan kepada pihak Kongres setempat. Saat ini mereka pun tengah menunggu keputusan Kongres Amerika Serikat untuk disetujui.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri (MOFA), Joseph Wu (吳釗燮) saat ditemui di Yuan Legislatif menyampaikan, cara yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut merupakan salah satu langkah dalam menjual persenjataan militer mereka ke Taiwan.
Hingga hari ini, otoritas dalam negeri belum menerima pemberitahuan resmi. MOFA akan memberitahukan kepada pihak luar, begitu menerima kabar terbaru.
Di lain pihak, Menteri MOFA juga menuturkan, di tengah semakin intensnya ancaman RRT (Republik Rakyat Tiongkok) terhadap Taiwan, otoritas Amerika Serikat terus memperlihatkan dukungannya dengan mempromosikan penjualan senjata militer terhadap Taiwan.
MOFA menambahkan jika prosedur penjualan senjata tersebut telah sesuai dengan kebijakan “Six Assurances” dan “Taiwan Relations Act”. Menanggapi keputusan Amerika Serikat tersebut, MOFA menyampaikan rasa terima kasihnya. MOFA juga berharap agar prosedur penjualan senjata ini dapat berkelanjutan.
Joseph Wu mengatakan, “Selanjutnya, kami berharap Amerika Serikat dapat terus menjual persenjataan militer mereka kepada Taiwan. Yang mana hal tersebut telah sesuai dengan kebijakan“Six Assurances” dan “Taiwan Relations Act”. Penjualan senjata militer Negeri Paman Sam diharapkan dapat berkelanjutan.”
Media Reuters mewartakan, proposal penjualan dari tiga sistem persenjataan militer telah dikirimkan kepada pihak Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat dan DPR setempat.
Departemen Luar Negeri AS yang bertanggung jawab untuk memverifikasi penjualan tersebut, juga telah menyetujui program penjualan 3 sistim senjata militer ke Taiwan.
Tiga sistem tersebut di antaranya adalah Sistem Rocket Artileri Mobilitas Tinggi M142 yang diproduksi oleh Lockheed Martin, Rudal Jelajah Peluncuran Udara Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Boeing dan pod induksi eksternal yang dipasang di badan pesawat F-16 untuk mengirimkan data beserta gambar udara ke stasiun di darat.
Di samping itu, otoritas pusat baru-baru ini tengah mencanangkan program “Travel Bubble” bersama dengan Republik Palau. Kini pembahasan tersebut tengah memasuki tahap pembentukan grup wisata terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Menteri MOFA menyampaikan, Presiden Palau telah memberikan rekomendasi terbaik mereka. Selama sesuai dengan kebijakan pengendalian epidemi yang dirilis oleh CECC (Pusat Komando Epidemi Sentral), MOFA akan bekerja semaksimal mungkin.
Ketika ditanya apakah program “Travel Bubble” ini akan diperluas ke kawasan Asia Tenggara di masa mendatang? Joseph Wu menjawab, hingga hari ini Republik Palau masih tidak mencatat adanya kasus postif COVID-19. Peluang positif tersebut membuat otoritas Taiwan memutuskan untuk mencanangkan program “Travel Bubble” dengan mereka.
Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus korona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.
Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas, dan menghindari kewajiban karantina mandiri.