History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hsiao Bi-khim: Amerika dan Sekutunya Semakin Mendukung Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Daratan Tiongkok

  • 09 October, 2020
  • 譚雲福
Hsiao Bi-khim: Amerika dan Sekutunya Semakin Mendukung Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Daratan Tiongkok
Hsiao Bi-khim: Amerika dan Sekutunya Semakin Mendukung Taiwan dalam Menghadapi Ancaman Daratan Tiongkok

        (Taiwan, ROC) – Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika, Hsiao Bi-khim dalam salah satu artikel yang dimuat dalam media The National Interest menyebutkan bahwa dalam menghadapi berbagai ancaman militer yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok terhadap Taiwan, termasuk juga dalam bidang ekonomi dan politik, Taiwan tentu menghadapi beban tekanan yang teramat sangat besar. Namun dukungan secara nyata dan jelas dari Amerika dan negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama dengan Taiwan, menjadi semakin lebih berarti dan penting dibandingkan sebelumnya.

        Sebelum digelarnya perayaan Hari Nasional ROC, media The National Interest, pada tanggal 8 Oktober memuat artikel Hsiao Bi-khim yang bertajuk “Kebulatan tekad keras Taiwan memperjelas kekuatan akan demokrasi dan kebebasan”.

        Hsiao Bi-khim menjelaskan seiring dengan semakin cepatnya perubahan lingkungan strategi dalam kawasan Hindia Pasifik, maka semakin memperumit kondisi di Selat Taiwan saat ini. Berdiri di garis terdepan dalam menghadapi ancaman besar yang semakin lama semakin bertambah dari pihak Daratan Tiongkok, Taiwan tentu akan secara aktif dalam memperoleh dukungan dan bantuan untuk menghadapi kondisi ketidakseimbangan kekuatan militer dibandingkan dengan Tentara Pembebasan Rakyat yang semakin lama semakin melanggar kondisi kestabilan kawasan, serta guna untuk melindungi dan mempertahankan kehidupan yang berazaskan demokrasi yang diperoleh dengan susah payah tersebut.

        Sehubungan dengan Peraturan Hubungan Taiwan Amerika dan dengan berlandaskan “Six Assurances”, pihak Amerika akan tetap menjalankan janjinya dalam memberikan perlindungan kepada Taiwan. Untuk itu, Hsiao Bi-khim tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Amerika, serta upaya pemerintah Amerika dalam program penjualan alutsista bagi Taiwan, termasuk di dalamnya adalah pesawat tempur jenis F-16H, sehingga mampu turut menjaga kedaulatan dalam zona penerbangan milik Taiwan dan juga kemampuan tempur dari pihak Angkatan udara, mencegah masuknya pesawat tempur yang diutus oleh Tentara Pembebasan Rakyat milik Daratan Tiongkok. Dalam menghadapi tantangan yang semakin sulit yang dihadapi oleh kawasan Hindia Pasifik, Taiwan akan terus melanjutkan upaya kerjasama dengan pihak Amerika dalam bidang pertahanan dan keamanan kawasan.

        Terkait kongres Amerika yang terus menjadi motor penggerak utama perkembangan hubungan antara Taiwan dan Amerika, kedua partai yang ada di Amerika juga sama-sama menyampaikan dukungannya kepada Taiwan secara jelas dan tegas, dengan turut meloloskan berbagai peraturan terkait Taiwan, bahkan turut mengimbau Taiwan dan Amerika dapat segera menandatangani kesepakatan perdagangan BTA, untuk hal ini Hsiao Bi-khim juga tidak lupa menyampaikan terima kasihnya.

        Dalam bidang ekonomi, Hsiao Bi-khim menyampaikan jika pada paruh awal tahun ini, posisi Taiwan naik menjadi nomor ke 9 mitra usaha dengan Amerika, ini juga menunjukkan jika hubungan kerjasama ekonomi antara Taiwan dan Amerika sangat penting. Demi untuk memperkuat langkah hubungan kerjasama perdagangan kedua negara berikutnya, Presiden Tsai Ing-wen beberapa hari sebelumnya telah mengumumkan untuk menghapuskan berbagai halangan akan masuknya investasi ke Taiwan, sehingga mampu turut memperdalam hubungan mitra kerjasama perdagangan kedua negara. BTA sendiri kelak akan menjadi sebuah mata rantai perdagangan yang penting bagi kedua belah pihak, membangun kerangka dan landasan yang kuat dalam jalinan kerjasama bidang lainnya di masa depan.

        Selain itu, Taiwan yang juga adalah salah satu bagian dari dunia internasional, memiliki tanggung jawab yang sama. Hsiao Bi-khim menjelaskan jika Taiwan secara aktif terus memberikan kontribusi dalam bidang bantuan kemanusiaan dan medis kedokteran kepada dunia. Dalam menghadapi serangan pandemi COVID-19 yang kini masih terus mengganas di seluruh dunia, Taiwan telah memberikan bukti akan keberhasilan dalam hal pencegahan dan penanganan penularan virus, hal ini tentu akan semakin menunjukkan bukti yang kuat bagi dunia agar dapat memberikan dukungan kepada Taiwan dalam hal keikutsertaan menjadi anggota di Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO.

        Hsiao menambahkan Taiwan selain berbagi pengalaman dalam hal pencegahan pandemi dengan negara lain, juga telah memberikan sumbangan masker mulut jenis medis sebanyak puluhan juta lembar kepada lebih dari 80 negara di dunia, termasuk peralatan APD dan bahan kebutuhan medis kedokteran lainnya, oleh sebab itu Taiwan selayaknya memiliki satu tempat dalam keanggotaan di WHO.

        Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Keith Krach saat melakukan kunjungan ke Taiwan, menjadi pejabat tertinggi yang berasal dari Kementerian Luar Negeri Amerika ke Taiwan sejak putusnya hubungan diplomatik antara Taiwan dan Amerika di tahun 1979.

        Hsiao Bi-khim menjelaskan jika kunjungan kali ini tidak semerta hanya menunjukkan eratnya hubungan tali silahturahmi antara Taiwan dan Amerika, namun juga turut menjadi landasan yang kuat dalam hal kerjasama teknologi pertahanan keamanan, sumber energi dan juga rantai pasokan dunia yang baru dan penting di kedepannya.

        Dalam artikel yang dimuat dalam media Amerika tersebut juga mengetengahkan jika Taiwan dan Amerika telah menjalin hubungan kerjasama dalam hal pengadaan teknologi internet 5G, pembangunan infrastruktur terkait dan juga pembangunan pasar industri yang saling berhubungan, sehingga akan semakin memperkuat kerjasama bidang digitalisasi, menyongsong masa depan dan juga peluang serta pasar yang lebih besar lagi.

        Hsiao Bi-khim menyebutkan jika kebebasan dan asas demokrasi merupakan bagian dari DNA milik Taiwan, tidak semata-mata hanya berbentuk kerangka yang penting saja, namun juga sekaligus untuk berbagi nilai-nilai kehidupan sosial masyarakat yang sama, memadukan Taiwan dengan komunitas dunia internasional. Taiwan akan terus mempertahankan tatanan kehidupan yang berlandaskan kebebasan berdemokrasi, memperkuat kerjasama dengan negara lain yang memiliki kesepahaman serupa, bersama menjaga stabilitas keamanan kawasan, melindungi perdamaian yang ada di kawasan Hindia Pasifik, serta bersama menikmati kemakmuran dan kesejahteraan di masa yang akan datang.

Komentar

Terbarumore