History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Taiwan Tolak Segala Tindakan Agresif Mengancam Demokrasi

  • 08 October, 2020
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai: Taiwan Tolak Segala Tindakan Agresif Mengancam Demokrasi
Presiden Tsai Ing-wen menghadiri forum Yushan

(Taiwan, ROC) Hari Kamis ini (8/10) Presiden Tsai-ing-wen menghadiri forum Yushan, dalam sambutannya Beliau menyampaikan, volum perdagangan kawasan Indo Pasifik mencapai 50%, nilai  gross world product (GWP) mencapai 60%, berperan penting dalam pengembangan rantai pasokan industri global, karena persaingan strategis semakin ketat, menyebabkan situasi geopolitik dan ekonomi kawasan Indo Pasifik mengalami perubahan besar, Beliau mengatakan “sistem demokrasi dan stabilitas tak henti-hentinya mendapat ancaman militer dan diprovokasi,seiring dengan merebaknya pandemi COVID-19 secara global, kami berbagi kemakmuran dan gaya hidup Taiwan serta tantangan yang sebelumnya belum pernah dihadapi.”

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “ Kami secara aktif menciptakan wilayah yang bersifat terbuka, bebas, toleransi, transparan , mengutamakan kesetaraan dan mematuhi cakupan norma yang berlaku, kami menolak tindakan dari pihak manapun yang membahayakan integritas wilayah, menolak tindakan apapun yang berniat menghalangi Taiwan untuk berbagi pengalaman dan kontribusi, karena tidak memenuhi kepentingan bersama regional.”

Presiden Tsai mengatakan, Taiwan dan kawasan Indo Pasifik dapat saling melengkapi, Taiwan bersedia dan berpotensi untuk menjadi mitra Asia, maka dari itu selama dirinya masih menjabat akan berpegang teguh pada semangat “Taiwan bantu Asia, Asia bantu Taiwan”, aktif mempromosikan kebijakan baru menuju arah selatan, kebijakan ini adalah strategi regional Taiwan dengan sasaran dan tujuan sejalan dengan harapan ASEAN Indo-Pasifik, Hindia Timur, membina kerjasama yang saling menguntungkan.

Presiden Tsai mengatakan, kemakmuran berkesinambungan dari komunitas Asia menjadi sasaran penting Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan, Taiwan sejak tahun 2016 telah melakukan penandatanganan MoU sebanyak 70 item kerjasama dengan negara sasaran kebijakan ini, nilai perdagangan mencapai hampir 112 milyar USD, pada paruh awal tahun ini berkisar 52 milyar USD, selama pandemi, kondisi perdagangan tetap berjalan dengan stabil, sektor lainnya seperti pendidikan, pariwisata, perawatan medis dan perdagangan elektronik akan terus dikembangkan.

Presiden Tsai menekankan, Taiwan mengharapkan bersama mitra seluruh dunia membangun masa depan yang pasti, Taiwan mengharapkan dapat bergabung dengan Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik Komprehensif" (CPTPP), mengharapkan dapat melakukan pembahasan dan penandatanganan perjanjian kerjasama bilateral untuk berbagi kemakmuran, perdamaian dan stabilitas.

Komentar

Terbarumore