(Taiwan, ROC) Taiwan tidak diterima PBB maka NGO Perwakilan Perempuan Taiwan sulit melibatkan diri dalam kegiatan lainnya. Duta Besar Republik Tiongkok untuk AS, Hsiao Bii-khim (蕭美琴) kemarin (30/9) menyampaikan, semua ini menunjukkan upaya Taiwan berintegrasi dengan dunia, malah diperlakukan tidak adil oleh PBB, semua mendambakan keadilan seharusnya ada perlakuan yang lebih bijaksana.
Kantor perwakilan Republik Tiongkok di New York berkoordinasi dengan Foundation of Women’s Rights Promotion and Development menggelar pertemuan tingkat tinggi ke-4 memperingati pertemuan tentang perempuan ke-25 tahun yang berlangsung pada tanggal 1 Oktober, tema konferensi ini bertajuk “Women’s Leadership: Redesigning the Post COVID-19 Era”, dalam konferensi tersebut mengundang Hsiao Bii-khim dan Duta Besar AS di PBB untuk bidang hak-hak wanita, Kelley Currie untuk memberikan sambutan.
Dalam sambutan Hsiao menyampaikan, cakupan pengalaman, pandangan dan kepemimpinan wanita wajib dilibatkan dalam segala hal penting dunia. Taiwan dan AS merupakan negara yang menjunjung kesetaraan, semestinya akan terus berlanjut mengupayakan sikap toleransi menjalar ke seluruh dunia.
Kelley mendampingi Wamenlu Keith Krach pada bulan Agustus lalu mengunjungi Taiwan dan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Kelley mengungkit, Kepemimpinan Presiden Tsai, bersikap rendah hati dan humoris sangat berkesan baginya, kemimpinan yang tidak membedakan laki-laki atau perempuan, pemimpin yang berbaik hati dapat dirasakan, seperti Presiden Tsai Ing-wen. Kelley mengatakan, AS akan terus menjadi partner Taiwan, bersama Taiwan menurunkan standar yang ditetapkan untuk wanita tampil menjadi pemimpin, dunia juga memberikan lingkungan bagi wanita untuk berkarya.
Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam, usai dialog antara Hsiao dan Kelley, Ketua Global Network of Women's Shelters (GNWS) , Chi Hui-jung(紀惠容), Wakil Sekjen International Cooperation and Development Fund(ICDF), Alex Shyy ( 史立軍), Ketua Pelaksana Rainbow Equality Platform Jennifer Lu(呂欣潔) melakukan dialog, mengimbau agar mengimplementasikan kesetaraan secara nyata dan global dalam pembangunan berkelanjutan, menunjukkan kepada dunia internasional pencapaian Taiwan dalam mempromosikan pemberdayaan perempuan.