(Taiwan, ROC) – Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Keith Krach tengah bertandang ke Taiwan. Berkenaan dengan hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok Wang Wen-bin memberikan kecaman keras terhadap Amerika, yang disebut telah melanggar prinsip “Satu Tiongkok”, dan Three Joint Communiqués. Dengan merujuk kepada perkembangan kondisi yang ada, maka akan mengambil tindakan yang sekiranya diperlukan.
Dalam jumpa pers yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok pada hari Kamis tanggal 17 September, wartawan media NHK menanyakan bagaimana tanggapan dari pihak Daratan Tiongkok berkenaan dengan kunjungan Keith Krach ke Taiwan yang dimaksudkan untuk menghadiri kegiatan upacara penghormatan bagi mendiang Mantan Presiden Lee Deng-hui?
Lee Deng-hui telah berpulang pada tanggal 30 Juli lalu, dan kegiatan upacara penghormatan terakhir akan digelar pada hari Sabtu tanggal 19 September.
Berkenaan dengan hal tersebut, Wang Wen-bin menjelaskan bahwa pihak Daratan Tiongkok secara tegas menolak berbagai bentuk interaksi pejabat antara Taiwan dan Amerika, namun pihak Amerika bersikeras untuk mengatur kunjungan Ketih Krach ke Taiwan, hal ini secara jelas telah melanggar prinsip “Satu Tiongkok” dan juga Three Joint Communiqués, yang mana dianggap akan mampu memberikan kekuatan dalam hal memecah-belahkan keadaan dan membantu jalannya konsep “Taiwan merdeka”. Selain itu, tindakan ini akan merusak kestabilan hubungan yang terjalin antara Amerika dan Daratan Tiongkok serta kestabilan di Selat Taiwan. Pihak Daratan Tiongkok secara tegas menolak tindakan yang diambil oleh Amerika, dan telah mengajukan protes keras kepada pihak Amerika.
Wang Wen-bin selanjutnya menyebutkan jika pihak Daratan Tiongkok sangat mendorong pihak Amerika untuk dapat memahami tingkat sensitif berkenaan dengan permasalahan Taiwan, dapat mematuhi prinsip “Satu Tiongkok” dan juga peraturan yang tertulis dalam Three Joint Communiqués, segera menghentikan berbagai hubungan interaksi antar pejabat Amerika dan Taiwan, termasuk juga menghentikan peningkatan hubungan interaksi nyata, benar-benar dapat berhati-hati dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah Taiwan. Untuk itu, pihak Daratan Tiongkok juga akan mengambil sikap dan tindakan tegas yang sekiranya dibutuhkan sembari melihat perkembangan kondisi yang tengah berlangsung.