History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kunjungan Ketua Senat Ceko ke Taiwan Buktikan Daratan Tiongkok Mulai Kehilangan Sahabat

  • 04 September, 2020
  • 譚雲福
Kunjungan Ketua Senat Ceko ke Taiwan Buktikan Daratan Tiongkok Mulai Kehilangan Sahabat
Kunjungan Ketua Senat Ceko ke Taiwan Buktikan Daratan Tiongkok Mulai Kehilangan Sahabat

(Taiwan, ROC) – Ketua Senat Republik Ceko, Miloš Vystrčil, ke Taiwan yang berakhir pada hari Jumat tanggal 4 September, tentu telah memicu ketegangan dan menjadi bahan pembicaraan terkait hubungan Ceko dengan Daratan Tiongkok dan Daratan Tiongkok dengan Uni Eropa secara keseluruhannya. Pakar ahli menganalisa jika kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh Miloš Vystrčil ke Taiwan juga menunjukkan bahwa Daratan Tiongkok mulai kehilangan negara sahabat satu per satu.

        Dosen jurusan ilmu politik di Western Michigan University Wang Yuan-kang, dalam sebuah wawancara dengan media BBC menyampaikan bahwa kunjungan Ketua Senat kali ini ke Taiwan mendapat perhatian yang sangat tinggi, hal ini juga menunjukkan jika dunia internasional mulai menyadari akan strategi baru diplomatik yang dapat diambil dalam menghadapi kekerasan sikap Daratan Tiongkok. Daratan Tiongkok yang secara perlahan mulai kehilangan negara sahabatnya, maka ini juga memberikan peluang bagi Taiwan dalam memperoleh dukungan dari dunia internasional, melakukan perbaikan sikap dan peran yang dapat dimainkan oleh pihak Taiwan dalam panggung internasional.

        Wang Yuan-kang menjelaskan bahwa dalam hal ini, negara-negara di kawasan Eropa memang memiliki perselisihan yang besar dengan pihak Daratan Tiongkok. Menteri Luar Negeri Daratan Tiongkok Wang Yi juga menyebutkan bahwa pihak Republik Ceko harus menerima konsekuensi besar terkait kunjungan Miloš Vystrčil ke Taiwan. Berkenaan dengan ungkapan yang diberikan oleh Wang Yi, telah mendapat kritik keras secara resmi di depan publik dari Menteri Luar Negeri Jerman, Menteri Luar Negeri Prancis dan Presiden Republik Solvensko.

        Wang Yuan-kang menyampaikan bahwa hubungan Daratan Tiongkok dengan pihak Eropa kini tengah memasuki tahapan perubahan, dimana 20 tahun silam pihak Daratan Tiongkok mencoba membangun hubungan yang baik dengan pihak Uni Eropa, dengan turut menggelar berbagai seminar dan forum antar kedua negara, khususnya mulai dari tahun 2014 hingga 2018. Pihak Daratan Tiongkok dan Republik Ceko juga saling melakukan kunjungan kenegaraan. Meskipun Presiden Republik Ceko Miloš Zeman lebih pro terhadap Daratan Tiongkok, akan tetapi banyak pihak yang telah memberikan peringatan akan dampak pengaruh yang diberikan dari pihak Beijing, dan kini ombak arus besar kini justru berbalik mengarah melawan Daratan Tiongkok. Sikap pihak Daratan Tiongkok dalam bidang diplomatik, terlebih-lebih dengan ditambahnya kasus insiden di Hong Kong, yakni peluncuran UU Keamanan Nasional Hong Kong, kasus pengembalian suku Uighur kembali ke kamp bimbingan, dimana semua hal ini semakin menyebabkan banyak orang yang tidak dapat menerima sikap yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok.

        Kepala Direktur Pusat Penelitian Taiwan School of Oriental and African Studies, Dafydd Fell saat menerima wawancara dari media BBC menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh ketua senat Ceko ke Taiwan kali ini, akan memberikan banyak perubahan terhadap peran Taiwan dalam kancah internasional. Tidak semata hanya hubungan antara Taiwan dan Amerika, bahkan meliputi lebih banyak lagi elemen lainnya. Jika dibandingkan dengan pihak Amerika, maka hubungan yang terjalin antara Taiwan dengan Uni Eropa akan memiliki lebih banyak persamaan dalam berbagai nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, misalnya dalam hal hak asasi manusia komunitas LGBT, asas demokrasi, bahkan juga nilai-nilai hubungan diplomatik antar negara. Dafydd Fell berpendapat, Taiwan mendapatkan perhatian yang positif dari negara-negara di kawasan Eropa, hal ini dikarenakan bahwa catatan buruk berkenaan dengan perlakukan Hak Asasi Manusia yang dimiliki oleh pihak Daratan Tiongkok, yang akhirnya menimbulkan banyaknya kritikan, selain itu kemampuan Taiwan dalam menangangi masalah pandemi COVID-19 dan penerapan asas kebebasan berdemokrasi yang dilakukan oleh Taiwan.

        Kepala program peneliti Daratan Tiongkok jurusan Asia Studies University of Nottingham, Jonathan Sullivan menyampaikan bahwa kini telah terdapat perbedaan pendapat di dalam konunitas Uni Eropa dalam menanggapi sikap Daratan Tiongkok, ada sebagian negara yang tidak puas akan sikap yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, namun karena mempertimbangkan kepentingan perekonomian, maka tidak bersedia untuk memberikan kritik terhadap Daratan Tiongkok, dan terus melanjutkan kerjasama dengan pihak Daratan Tiongkok. Akan tetapi seiring dengan sikap tindakan yang diambil oleh pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping, misalnya dalam menghadapi masalah insiden di Xinjiang, Hong Kong, telah menyadarkan banyak negara di kawasan Eropa akan sikap politik yang berkemungkinan memberikan dampak pengaruh buruk terhadap keamanan negara di kawasan Eropa sendiri.

        Akan tetapi, Jonathan Sullivan juga menjelaskan jika hubungan perekonomian yang erat antara Daratan Tiongkok dengan Eropa, dimana berbeda dengan Amerika yang tidak memiliki ketergantungan perekonomian terhadap pihak Daratan Tiongkok, maka untuk sementara waktu masih sulit melihat adanya sikap penolakan secara massal dari negara-negara di kawasan Uni Eropa terhadap Daratan Tiongkok, khususnya Jerman dan Prancis yang mana adalah negara pemimpin dalam komunitas Uni Eropa, setidaknya untuk jangka waktu pendek ini tidak akan ada perubahan yang mencolok yang akan diambil dalam hal menjalin hubungan diplomatik dengan pihak Daratan Tiongkok.

Komentar

Terbarumore