(Taiwan, ROC) Kemarin (2/9) Hsiao Bii-khim menghadiri pertemuan pembahasan dengan pemerintah AS dan menyampaikan, hubungan perekonomian Taiwan-AS semakin akrab dan saling menguntungkan, akibat pandemi COVID-19 memengaruhi perekonomian dunia, kedua belah pihak memperkuat rantai pasokan bilateral yang aman.
Dewan Urusan Bisnis AS-Taiwan(USTBC) pada tanggal 2 September menggelar rapat pembahasan untuk memperkuat rantai pasokan Taiwan-AS, Kepala Representatif Republik Tiongkok di AS Hsiao Bii-khim, akibat pandemi COVID-19 ada banyak permasalahan yang berkaitan dengan rantai pasokan yang akan ditinjau ulang, banyak pebisnis Taiwan melakukan investasi pulang kampung dan memperluas bisnisnya, maka Taiwan-AS akan memperkuat kerjasama menjamin rantai pasokan yang aman.
Hsiao Bii-khim juga mengangkat bahwa Presiden Tsai Ing-wen pada pekan lalu telah mengumumkan penghapusan hambatan perdagangan AS-Taiwan, menekankan dalam rantai pasokan global Taiwan wajib menempatkan diri pada posisi penting, melalui Kemitraan Trans-Pasifik (Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership, CPTPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional(RCEP) maka Taiwan tidak akan terabaikan maupun terpinggirkan dalam integrasi ekonomi regional.
Ia mengemukakan, hal yang diumumkan oleh Presiden Tsai Ing-wen menunjukkan janji Taiwan kepada internasional, demi Taiwan, AS dan negara-negara yang menganut pemahaman yang sama membangun hubungan ekonomi yang semakin solid. Perjanjian Perdagangan Bilateral(BTA) Taiwan-AS menjadi fondasi dalam kemitraan ekonomi perdagangan kedua belah pihak, mengaktifkan negosiasi dan sinyal kredibilitas bagi perusahaan kedua belah pihak.
Asisten Menlu divisi Asia Timur dan Pasifik David Stilwell kemarin (2/9) menghadiri rapat pembahasan kongres, ditanyai mengenai apakah Kemenlu AS mendukung perjanjian perdagangan bebas (FTA) AS-Taiwan, bagaimana sikap AS terhadap tindakan Taiwan atas deregulasi daging impor babi dan sapi AS baru-baru ini? David Stilwell mengungkapkan, sementara ini masih dalam tahap awal, namun pihak AS sangat menyambut baik Presiden Tsai Ing-wen menghapus satu demi satu hambatan perdagangan bilateral.