(Taiwan, ROC) - Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) siap digelar di Markas Besar PBB di New York pada bulan September. Untuk pertama kali dalam sejarah, akibat pandemi Covid-19, pertemuan tahunan organisasi dunia tersebut akan digelar secara virtual.
Sebagai kelanjutan dari upaya untuk bergabung kembali dengan PBB, Taiwan tahun ini menetapkan tiga arah utama untuk berusaha membangkitkan keprihatinan dunia atas harapan Taiwan untuk mengikuti PBB, dan membuat dunia sadar bahwa Taiwan berkemampuan turut membantu dalam upaya pencegahan penyebaran pandemi.
Dalam acara temu pers pada hari Jumat, 28 Agustus, Ketua Sekretaris Kementerian Luar Negeri (MOFA) Hsu Li-wen (徐儷文) membeberkan, MOFA telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres untuk menyampaikan harapan Taiwan, dan akan meminta negara sahabat untuk bersuara demi Taiwan dalam Sidang Umum PBB.
Hsu Li-wen mengatakan, “Kami meminta bapak sekjen untuk menaati Piagam PBB dalam mengatasi masalah ditolaknya partisipasi 23,5 juta warga Taiwan dalam PBB, agar nilai hak asasi manusia dan ketoleranan keanekaragaman PBB bisa terwujud, dan agar Taiwan bisa bekerja sama dengan dunia untuk bangkit kembali dari dampak pandemi.”
Serangkaian kegiatan sudah dimulai untuk mendorong publisitas upaya Taiwan bergabung dengan PBB, termasuk diterbitkannya artikel khusus oleh Menteri Luar Negeri Joseph Wu di sejumlah media asing, serta dirilisnya video untuk mempromosikan pencegahan pandemi di Taiwan.