(Taiwan, ROC) --- Sebuah video yang mendokumentasikan gambar Duta Besar Tiongkok untuk Kiribati, Tang Song-gen (唐松根) tengah menginjak badan anak-anak Kiribati mencuat ke publik dan mendatangkan ragam kontroversi.
Kementerian Luar Negeri RRT menuduh Drew Pavlou, warga Australia yang mengungkapkan video tersebut, telah memperoleh bayaran dari Taiwan dan sengaja memprovokasi hubungan Tiongkok dengan Kiribati.
Kementerian Luar Negeri Republik Tiongkok (MOFA) membantah dengan keras tuduhan tersebut.
Juru bicara MOFA, Joanne Ou mengatakan, "Pihak Taiwan tidak mengenal siapa warga Australia tersebut. Dan tidak pernah berinteraksi dengan dirinya atau bahkan menyuap dirinya. Kementerian Luar Negeri Tiongkok jelas-jelas sudah berbohong dan berniat mengambinghitamkan Taiwan. Hal ini sangat tidak diterima. Dan sebagai lembaga pemerintah, MOFA mengutuk keras perbuatan tersebut."
Joanne Ou pribadi mengaku terkejut saat melihat video tersebut beredar di beberapa media.
"Ini bukanlah Kiribati yang kami kenal. Kami tidak mengetahui jika Kiribati memiliki upacara penyambutan seperti demikian".
Ia menambahkan, Taiwan tidak akan pernah memperlakukan negara-negara sahabat seperti demikian. Dunia internasional tentu memiliki opininya tersendiri dalam melihat bagaimana negara besar seperti Tiongkok memperlakukan sahabat-sahabatnya.
Baru-baru ini, sebuah foto beredar di jagad dunia maya, yang tengah mendokumentasikan Duta Besar Tiongkok untuk Kiribati, Tang Song-gen tengah berjalan di atas tubuh warga setempat. Gambar tersebut diambil pada saat Tang Song-gen berkunjung ke Pulau Marakei.
Gambar tersebut memicu perdebatan hangat di dunia maya. Dan bahkan diplomat Amerika Serikat dan Australia ikut memberikan komentar mereka.
Media-media mewartakan, jika peristiwa tersebut merupakan bagian dalam praktik diplomasi "Wolf Warrior Diplomacy" Republik Rakyat Tiongkok.
Menteri Lingkungan Hidup Kiribati, Ruateki Tekaiara, yang juga hadir dalam upacara tersebut menyampaikan jika hal itu merupakan keunikan dari kebudayaan Pulau Marakei. Ini adalah salah satu bentuk penghargaan warga setempat terhadap tamu kehormatan yang datang.
Upacara tersebut diputuskan untuk dilakukan setelah mendapat persetujuan dari semua pihak dan dilaksanakan tanpa rasa keberatan.