(Taiwan, ROC) Taiwan-Somaliland membina persahabatan dan mendirikan kantor perwakilan masing-masing, hal ini memicu ketidakpuasan dari Daratan Tiongkok, pemerintah Somalia beranggapan tindakan ini melanggar keutuhan wilayah dan kedaulatan Somalia, begitu juga Kemenlu Daratan Tiongkok menyatakan protes atas pembentukan kantor perwakilan Taiwan dan Somaliland.
Juru Bicara Kemenlu Joanne Ou mengatakan, “Yang dimaksud rangkulan mereka, saat ini sedang mempromosikan “Prinsip Satu Somalia”, berkaitan dengan hal ini bagi masyarakat Taiwan merasa sangat familiar, karena kami percaya dengan terdapat kesamaan dalam semangat “Prinsip Satu Tiongkok” , “Prinsip Satu Somalia” dengan “Prinsip Satu Tiongkok” adalah sama, cukup konyol dan tidak masuk akal.”
Kemenlu mengemukakan, Taiwan dan Somaliland sedang membina persahabatan, sama halnya mendirikan kantor perwakilan di Inggris, Inggris, Denmark, Ethiopia, Turki, Djibouti, Kanada, Uni Eropa dan tidak berbeda dengan negara anggota PBB lainnya, baik Daratan Tiongkok maupun Somalia tidak ada hak untuk berbicara.
Kemenlu menegaskan, Taiwan adalah Taiwan, sama sekali bukan bagian dari Daratan Tiongkok Daratan Tiongkok tidak pernah berkuasa atas Taiwan satu haripun, maka tidak berhak mewakili Taiwan untuk bersuara, bahkan tidak berkuasa untuk mengintervensi Taiwan membina hubungan dengan negara manapun. Mengenai Daratan Tiongkok yang terus mengumbar prinsip fiktif “Prinsip Satu Tiongkok” menekan Taiwan dan membatasi hubungan Taiwan dengan negara lain, Kemenlu mengecam keras, pemerintah Daratan Tiongkok mengekang kebebasan Taiwan, memaksakan kehendak, mengintimidasi HAM dan ditolak keras oleh komunitas internasional.
Kemenlu mengatakan, Taiwan melalui diplomasi pragmatis, hubungan timbal balik dan saling menguntungkan, melanjutkan memperdalam pembinaan kerjasama dengan Somaliland dan menyambut baik hubungan persahabatan dengan seluruh negara di dunia yang cinta dengan kebebasan, demokrasi.