(Taiwan, ROC) - Kantor Kepresidenan menyampaikan penyesalan dan kecaman keras terhadap ditangkapnya taipan media Hong Kong Jimmy Lai atas pelanggaran UU Keamanan Nasional oleh polisi Hong Kong pada hari Senin, 10 Agustus.
Melalui acara briefing pada pers, Juru Bicara Kantor Kepresidenan Xavier Chang (張惇涵) melukiskan penangkapan pendiri grup Next Media dan penggeledahan markasnya sebagai pelanggaran kebebasan pers, hak asasi manusia, pemerintahan hukum dan demokrasi.
Chang mengatakan, hanya melalui dialog yang tulus dengan rakyat, masalah Hong Kong baru bisa diselesaikan dan kestabilan di Hong Kong baru bisa dipulihkan.
Taiwan yang demokratis, tutur Chang, melalui berbagai saluran seperti Kantor Pertukaran dan Pelayanan Hong Kong, akan selalu mendukung rakyat Hong Kong untuk terus memperjuangkan demokrasi.
Di lain pihak, selaku lembaga tertinggi yang menangani kebijakan Tiongkok, Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) hari Senin juga mengecam ditangkapnya Jimmy Lai dan digeledahnya kantor Next Media sebagai opresi terhadap kebebasan pers dan berbicara.
Penangkapan tersebut, menurut MAC, juga membuktikan bahwa UU Keamanan Nasional hanyalah upaya Beijing menguatkan dan mengesahkan pengontrolan atas Daerah Administratif Istimewa Hong Kong.